Minggu, 29 Maret 2015


Setelah Bersyukur, Lalu??

 
Kita mesti bersukur. Bahwa kita masih diberi waktu
Entah Sampai kapan kah, waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng.
Semuanya terdiam
Semua tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
Mumpung kita mash diberi waktu. (Ebiet)
 
 
Petikan lirik dari Ebiet. Menyentuh dan mengena di hati bagi yang menyadari. Tak banyak yang tersadar dengan lirik tersebut. Bukan tak memahami isinya, namun lebih kepada tak peduli dengan apa yang dimaksud. Masa berakhir masih panjang. Begitulah kata mereka yang tak peduli dengan adanya batas akhir perjalanan. Tak masalah bila mereka tak peduli. Lebih baik kita fokus pada yang peduli saja. Yang sepemahaman, begitu kan?

 Bukan berarti kita kemudian mengabaikan mereka, namun kita lebih tertuju pada yang lebih baik saja, yang bisa mengarahkan kepada kebaikan, kepada kedamaian dan keadaan yang lebih baik. Itu yang diharapkan. Lalu, sampai sini sajakah yang kita lakukan?? Tentu saja tidak. Setelah kita mengambil keputusan untuk akan kemana kita melangkah, setelah kita memusatkan perhatian pada tujuan akhir yang telah jelas, lalu kita kemudian meniti langkah agar kita sampai disana secara aman dan selamat dengan resiko yang dapat diminimalkan seminimal mungkin, agar tak ada penyesalan di setelahnya.

Untuk itu, perlu dipetakan langkah-langkah yang ingin kita tempuh. Pertama setidaknya tetapkan tiga tujuan. Tiga tujuan itu adalah tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Jangka panjang adalah jelas mendapat ridho-Nya dengan masuk ke surga-Nya sebagai pribadi-pribadi yang baik, berbakti pada orangtua, bahagia bersama anak dan istri, serta mampu memberikan andil yang positif pada sesama dan alam semesta. Jangka menengah adalah sekitar sepuluh taun mndatang, engkau akan jadi apa, tentu saja yang bermanfaat. Misalnya saja engkau akan menulis atau akan jadi penulis buku motivasi dan inspirasi pengusaha yang bermanfaat dan banyak menyumbang sih untuk kebaikan sesama yang membutuhkan dan sebagainya.
Untuk jangka pendek, yakni tujuan paling singkat dalam meraih kedua tujuan sebelumnya, adalah dengan menjalani apa yang ada sekarang secara maksimal, dengan kesungguhan hati dan dengan keyakinan positif bahwa apa yang kita lakukan akan mendapat ridho-Nya dan akan mengarah pada kesuksesan di masa yang akan datang. Pada intinya, terus berupaya dan jangan menyerah, jangan putus asa dan jagan takut mencoba, serta jangan takut gagal. Begitu sederhana sebenarnya namun tak mudah melampauinya. Perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Renungan dalam purnama, yang waktunya terlupa….

Rabu, 18 Desember 2013

First step : passion


Whenever you choose to go, go there with all your heart.

Kemanapun engkau pergi, pergilah kesana dengan sepenuh hati. Tak ada tanda kebahagiaan bila melakukan suatu kegiatan dengan setengah-setengah alias nanggung. Bila yang kita benar-benar ingin lakukan kita laksanakan dengan penuh kesugguhan, hasil maksimal akan kita raih. Bila tetap tidak maksimal, kita tak perlu berkecil hati maupun berputus asa karena kita telah memberikan semua yang kita mampu dan telah mendedikasikannya dengan penuh kesungguhan.


Ketika engkau memilih untuk pergi, tak ada alasan untuk kembali. Jalan masa lalu telah tertutup bukan berarti mengabaikannya, namun agar kita menatap ke depan dengan penuh keyakinan. Penyesalan masa lalu tidak akan terulang di masa depan dan kegagalan yang telah dilewati tidak akan terjadi untuk kedua kalinya, atau kegagalan akan tetap ada namun dengan hasil yang berbeda. Yang lebih membuat passion kita menyala untuk terus mencoba agar keberhasilan bukan mimpi yang tak pernah sampai.

Sabtu, 10 Agustus 2013

BAGI GURU, KREATIVITAS ITU PERLU

            Dalam pembelajaran khususnya di kelas, pembelajaran yang menuntut adanya kreativitas dari pihak guru/pendidik sebenarnya mutlak diperlukan. Guru, meskipun bukan satu-satunya penentu keberhasilan peserta didiknya, punya andil yag besar dalam kesuksesan murid dalam menyerap materi yang diajarkan padanya.
Dalam pepatah jawa mengatakan bahwa guru itu digugu lan ditiru. Maksud dari pepatah tersebut adalah bahwa apapun polah tingkah guru, akan menjadi teladan bagi siswa-khususnya siswa yang sempat diampu mata pelajaran oleh guru yang bersangkutan.
Penyampaian materi dari guru ke murid tidak serta merta mampu diserap dengan begitu mudahnya. Apalagi karakteristik siswa yang beragam, ada yang pintar, ada yang pendiam, ada yang tak bisa tenang duduk di kursinya, dan sebagainya. Untuk itu, sebelum pemberian materi, alangkah lebih baik guru memahami atmosfer kelas yang akan dimasukinya. Setelah mengenali, akan lebih baik jika ada perencanaan pembelajaran yang dibuat guru (hal ini tertuang dalam RPP) dan juga strategi penerapannya bagi murid.
Ternyata, materi saja tidaklah cukup. Ibarat kacang, ada kulitnya, ibarat puisi ada gaya bahasanya. Maksudnya, isi/materi harus dibungkus dengan tampilan yang menarik agar murid tertarik pada pembelajaran dan dapat nyaman mengikutinya. puisi, dibalut dengan gaya bahasa misalnya penggunaan majas tertentu akan menimbulkan kesan berbeda daripada disampaikan secara denotatif. Begitu pula dengan penyampaian materi pembelajaran di kelas. Guru harus kreatif, dengan kata lain, kreatif itu perlu bagi guru.
Setiap individu diciptakan secara unik dan membawa karekternya masing-masing. Begitu pula dengan guru yang tentu saja punya ‘sesuatu’ yang berbeda dengan guru yang lain (factor x). Maka, kreatif ini tidak dapat disamakan antara guru yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh sederhana pola kreatif guru dalam pembelajaran puisi sebagai berikut. Yang pertama, guru menerangkan tentang puisi dan setelah itu siswa diminta menulis puisi berdasarkan pemahaman mereka terhadap penjelasan sebelumnya. Kedua, siswa diberi contoh puisi dari tokoh terkenal, misalnya Chairil Anwar dan siswa diminta menulis puisi berdasarkan pemahamannya tentang contoh puisi yang ada. Ketiga, sebelum siswa menulis puisi, guru meminta siswa mengingat kembali pengalaman mereka tentang liburan dan kemudian diminta menuangkannya ke dalam bait-bait puisi. Dan keempat, siswa diajak guru keluar kelas dan siswa diminta mengamati keadaan lingkungan, mengamati apa yang mampu membuat siswa tertarik pada objek tersebut, dan siswa menuangkannya ke dalam puisi.
Dari keempat strategi tersebut, tidak bisa serta merta kita mengatakan bahwa yang pertama paling teoritis dan tidak kreatif sedangkan yang keempat adalah yang paling baik dan paling kreatif.  Semua punya cara sendiri dalam proses pembelajaran dan punya cara sendiri untuk membuat muridnya menguasai apa yang guru ajarkan. Hanya saja, dengan berfikir dan berperilaku kreatif dari guru, diharapkan siswa mampu menyerap materi yang diajarkan dengan nyaman, tidak cepat bosan dan dapat hasil maksimal dari apa yang baru saja diterimanya dalam proses pembelajaran. Sebagai akhir, dapat dikatakan bahwa kreativitas perlu dikuasai oleh guru dalam pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas agar pembelajaran tidak monoton dan ada warna tersendiri sehingga menimbulkan minat dan motivasi tinggi bagi para penuntut ilmu yang sedang membutuhkan arahan. Bagi guru, kreatif itu perlu. ^^b

Selasa, 11 Juni 2013

MARI TERSENYUM

Laugh, and the world laugh with you. Weep and you weep alone... (tertawalah, maka dunia ikut tertawa bersamamu, menangislah maka engkau menangis sendiri) #pepatah asing...

              Dunia ini sebenarnya indah. Entah bagaimana kita memandangnya. Ia akan terlihat suram tatkala hati sedang tak nyaman. Ia laksana mawar merah ketika hati kita berbunga-bunga. begitulah. Terlepas dari bagaimana hati ini sedang merasakan apa, yang pasti, tak ada alasan untuk berbagi kesedihan dengan yang lain. Mereka sudah cukup sedih dengan beban yang mereka miliki. Tak perlulah kita menambahinya dengan kesedihan lagi. Yang perlu kita bagikan adalah kebahagiaan- mari dengan kebahagiaan kita itu sedikit banyak dishare dengan yang lain. dengan memberi makanan atau apapun, yang penting berbagi bahagia. So, tertawalah, berbahagialah bersama karena dunia ini memang indah. betulkah??? :D

Senin, 15 April 2013

Arti Sukses 
Kesuksesan adalah sesuatu yang tidak bisa didapat secara “tunai”. Kita harus mendapatkannya dengan cara “mencicil” setiap hari, melalui serangkaian kebiasaan positif …  Andre Wongso
           Begitulah, mimpi yang selama ini ingin kita beli dengan perjuangan, tentu tak serta merta akan kita raih seketika. Kita butuh proses yang mungkin akan panjang untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang nyata. Hal tersebut tentu saja dengan kerja keras dan tak kenal lelah, tanpa takut gagal. karena sesuatu yang dianggap kegagalan oleh sebagian orang sebenarnya adalah jalan menuju sukses, atau dengan kata lain sukses yang tertunda. :D

Rabu, 27 Februari 2013

dahsyatnya TEKAD yang KUAT

Sebelumnya, mari kita mulai dari ilustrasi popular yang sederhana. Suatu ketika, atlet local sebut saja Nrimo,  tanpa disangka-sangka terpilih menjadi satu-satunya atlet kabupatennya yang maju ke tingkat nasional dalam lomba lari. Dengan persiapan seadanya ia bertanding dengan atlet lain yang tentu saja lebih berpengalaman. Langsung saja tanpa basa-basi lomba lari dimulai. Ia diantara puluhan peserta dari kota lain dan saling beradu cepat untuk sampai finish lebih dahulu. Lintasan yang dilalui adalah lintasan yang dapat dikatakan tidak lazim. Peserta harus naik bukit terjal, menuruni lembah curam, menyeberang danau yang katanya ada anak buayanya dan terakhir melewati lorong gelap tanpa penerangan yang cukup sampai pada akhirnya mengambil bendera yang tergantung pada garis finis.
 

Aneh memang lintasan ini. Semua peserta tercengang setelah mendapat TM dari panitia beberapa menit sebelum dimualai. Apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur. Tak ada waktu kembali dan peserta harus melaju. Ujian pertama, naik bukit terjal. Beberapa sudah berguguran. Ada yang takut ketinggian, ada yang terpeleset hingga lebam dan ada yang pingsan sebelum berjalan (aneh memang). Nrimo dengan ikhlasnya melalui rintangan yang pertama dengan tertatih-tatih. Peluh menetes dan sikut berdarah-darah. Tapi ia tak gentar. Ia tetap melangkah maju (menaiki bukit-red). Sampai di puncak bukit, tinggal 2/3 dari kontestan. Beberapa ada yang tergeletak kepayahan dan Nrimo tetap melanjutkan tujuan dengan semangat. Rintangan yang kedua menuruni lembah.  rintangan ketiga menyeberang dan seterusny sungai dilalui Nrimo dengan legawa hingga pada akhirnya, dia satu-satunya peserta yang mencapai finis.

Ilustrasi mungkin agak aneh dan kurang mengena. Tapi disini yang ditekankan adalah usaha yang tanpa kenal lelah dan tentu saja tekad yang kuat untuk mencapai cita-cita. Dengan adanya target yang ingin dicapai, disertai usaha yang sungguh-sungguh dan dibarengi dengan doa, tiada yang tidak mungkin. So, jangan takut bercita-cita dan tentu saja jangan lupa usaha dan doanya.

Jika di tengah perjalanan ada perasaan bahwasanya saya tidak mampu, maka segeralah berfikir bahwa jangan jadikan alas an yang melemahkan itu sesuatu yang akan menjatuhkan anda. Katakan saja bahwa apapun itu dan sesulit apapun rintangannya, saya yakin saya bisa. Nah, tekad yang kuat ini akan membantu memberi energy positif agar kita tak mudah menyerah.

Anda kenal Napoleon Bonaparte?? Menurut informasi dari sebuah buku, ia hanya punya tinggi lima kaki dua inci. Namun ia tak pernah merasa kecil dan rendah di hadapan rekan-rekannya. Sebaliknya, ia merasa besar diantara yang lain. Kepercayaan dirinya itu menjadikannya ia bersikap seperti layaknya orang besar. Alhasil, jadilah ia orang yang besar meski dengan postur yang kecil sekalipun.

Nah, sebagai penutup, jangan ragu untuk melangkah dengan apapun kondisi kita. Yakin akan ada jalan yang selalu terurai untuk kita lalui. Tak terlalu penting seberapa sulit yang akan kita tempuh. Asalkan ada keyakinan bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang terus berjuang menapaki bumi-Nya untuk menjalani peran masing-masing. Tentu dengan semangat dan tekad yang kuat.

Semoga bermanfaat, dan tetap semangat ^^b                                 
                                                                                    di bawah langit malam, menunggu esuk pagi….. RDY

Jumat, 28 Desember 2012

Smangat malam...

malam telah larut
namun semagat tak boleh surut
mimpi akan kembali
tetapi cerita tak akan terganti
tetap seperti seharusnya....
slamat malam dunia......



"Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah." (Thomas Edison)

itu terjadi saat kita merasa apa yang selama ini kita perjuangkan dengan sepenuh tenaga dan waktu, dengan mengorbankan hal-hal lain yag bisa lebih mendatangkan kebahagiaan (meski haya sementara) dan ternyata apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. di saat itulah kita merasa apa yang kita lakukan sia-sia. tiada berguna dan menyusahkan. pada saat itulah keputusan tuk maju dan melangkan kita hentikan. kita memutuskan untuk menyerah.
yah, dengan menyerah, semua terasa indah (untuk sementara) kita tak perlu lagi berpeluh-peluh atau berdarah-darah dalam menyusun rencana untuk menggapai mimpi. namun, ternyata menyerah bukanlah jalan yang pantas dipilih oleh pejuang masa depan. lihatlah betapa orang yang hebat adalah orang yang tak lantas menyerah meski gagal adalah teman karibnya di masa penantian menuju sukses (seperti Edison di atas misalnya).
nah, sesuai kata-kata edison tersebut, sebenarnya kita telah mendekati titik berhasil saat kita memutuskan untuk menyerah. maka yang kita perlukan adalah menambah sedikit kesabaran dan memoles usaha dengan memperbanyak doa dan action.
dan, sebagai penutup, mari terus melangkah, agar semakin banyak kebaikan yang dapat kita tebarkan kepada sesama dan semesta... hehe... semangadd....

Senin, 10 Desember 2012

kisah sepatu tua

ia sudah sering terbatuk-batuk
walau anak kecil itu masih nyaman memakainya
ia merintih sendiri
tapi anak kecil itu terus membawanya
membuat kaki mungilnya terhindar dari terik pekatnya aspal jalanan
sambil menjajakan koran yang sedari pagi belum terjual

kakek sepatu itu tetap saja tabah
meski sebenarnya ia ingin pensiun
bukan karena tak sayang dengan anak kecil itu
hanya saja ia merasa terlalu tua

Tentang Sebuah Karya

"sebuah karya akan memicu inspirasi. teruslah berkarya. jika kau berhasil, teruslah berkarya. jika kau gagal, teruslah berkarya. jika kau tertarik, teruslah berkarya. jika kau bosan, teruslah berkarya" (michael chrichton).... 
            ide yang sangat jelas, sangat memikat. begitulah kira-kira ungkapan untuk pendapat dari penulis amerika tersebut. kita, sebagai makhluk yang tak pernah luput dari perubahan, perlu adanya sebuah motivasi agar hidup ini terasa bermakna. salah satunya adalah dengan berkarya. tak peduli apapun kondisi kita saat itu, istiqomah dalam berbuat (tentunya dalam hal kebaikan) adalah hal yang mutlak perlu agar spirit hidup tetap terjaga. bila sekarang, atau mungkin besuk atau bahkan beberapa waktu kedepan belumlah mendapat apresiasi maka jaganlah berputus asa. ada masa dimana semuanya akan berubah. dan apresiasi aka datang dengan sendirinya asalkan kita tetap konsisten dengan apa yang kita fokuskan. sebagai akhir, janganlah menyerah dan terus bekerja keras dengan ikhlas. mari mencoba  :D..