Sepasang mata..
Pernahkah Anda
berfikir bahwa mata dua anda adalah symbol sejoli yang setia?
Meski berbeda
posisi, kanan dan kiri, meski tak pernah bisa melihat satu sama lain, meski tak
mungkin saling bertegur sapa, meski selalu menatap jalan masing-masing, namun
keduanya selalu seirama.
Ketika yang satu
menangis, menangis pula yang lain. Ketika yang satu sakit, sakit pula yang
sebelahnya.
Ketika satu
menatap objek yang focus, maka mata satunya menatap objek yang sama dengan sama
fokusnya.
Itulah
perumpamaan pada pasangan sejati, pada sebuah komitmen bersama, pada pasangan
suami istri, Atau pada apapun yang saling mengikat maupun terikat satu sama
lain.
Ketika sudah
memutuskan untuk bersama, salah satu harus menjadi bagian yang lain. Yang satu
sedih, yang lain ikut sedih. Yang satu menangis, yang lain ikut meneteskan air
mata.
Itulah hidup dan
kehidupan, saling memberi, saling menerima. Saling mengasihi, saling manatap,
meski tidak satu tujuan, meski berbeda keyakinan, meski berbeda komitmen.
Begitulah. Terus
menuju, terus melangkah, terus bersama dalam berbagai perbedaan yang ada.
Sepasang mata
mengajarkan kepada kita akan ada arti pentingnya kebersamaan dalam perbedaan.
Kanan dan kiri, menatap dan meratap, gelap dan terang, semua keluh kesah akan
sirna jika diikuti dengan penerimaan pada setiap kesempatan.
Introspeksi diri, Ramadhan 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar