Minggu, 17 April 2022

Sepasang mata..

 

 


Sepasang mata..

Pernahkah Anda berfikir bahwa mata dua anda adalah symbol sejoli yang setia?

Meski berbeda posisi, kanan dan kiri, meski tak pernah bisa melihat satu sama lain, meski tak mungkin saling bertegur sapa, meski selalu menatap jalan masing-masing, namun keduanya selalu seirama.

Ketika yang satu menangis, menangis pula yang lain. Ketika yang satu sakit, sakit pula yang sebelahnya.

Ketika satu menatap objek yang focus, maka mata satunya menatap objek yang sama dengan sama fokusnya.

Itulah perumpamaan pada pasangan sejati, pada sebuah komitmen bersama, pada pasangan suami istri, Atau pada apapun yang saling mengikat maupun terikat satu sama lain.

Ketika sudah memutuskan untuk bersama, salah satu harus menjadi bagian yang lain. Yang satu sedih, yang lain ikut sedih. Yang satu menangis, yang lain ikut meneteskan air mata.

Itulah hidup dan kehidupan, saling memberi, saling menerima. Saling mengasihi, saling manatap, meski tidak satu tujuan, meski berbeda keyakinan, meski berbeda komitmen.

Begitulah. Terus menuju, terus melangkah, terus bersama dalam berbagai perbedaan yang ada.

Sepasang mata mengajarkan kepada kita akan ada arti pentingnya kebersamaan dalam perbedaan. Kanan dan kiri, menatap dan meratap, gelap dan terang, semua keluh kesah akan sirna jika diikuti dengan penerimaan pada setiap kesempatan.

Introspeksi diri, Ramadhan 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar