Tampilkan postingan dengan label budidaya gurami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya gurami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2023

MENGENAL JENIS IKAN "BUDIDAYA" GURAME

Sebelum memulai usaha budidaya ikan gurami, alangkah lebih baik mengetahui jenis ikan ini. simak 7 jenis ikan gurami berikut, yuk!

 1. Gurame Batu

Gurame batu merupakan jenis gurame yang memiliki ciri-ciri warna tubuh hitam dan bersisik keras. Gurame batu jarang dijadikan makanan karena total dagingnya terbilang cukup sedikit.



Pasalnya, maksimal bobot tubuh ikan ini kecil. Di usia satu tahun saja bobot tubuhnya hanya mencapai 0,5 kg, sehingga gurame batu lebih umum dijadikan ikan hias saja.


2. Gurame Soang atau Gurame Angsa

Ikan gurame yang cepat besar adalah jenis gurame soang atau gurame angsa. Dalam waktu 9 bulan, Pembudidaya sudah bisa memanen gurame soang dengan bobot ikan sebesar 500 gram.


Bahkan, bila Bapak/Ibu membudidayakannya lebih lama, jenis ikan gurame yang satu ini bisa mencapai bobot 8 kg dengan panjang 65 cm. Keuntungan lainnya dari berbudidaya gurame soang adalah telur yang dihasilkan indukannya cukup banyak, yakni antara 5.000-7.000 butir telur per indukan.



Gurame soang atau yang juga biasa disebut gurame angsa memiliki ciri-ciri kepala yang yang sedikit menonjol seperti angsa, serta bentuk tubuh pipih memanjang dengan kombinasi warna hitam dan putih. Bagian ekor gurame soang memiliki warna kemerahan ketika usianya masih di bawah 1 tahun. 


3. Gurame Kapas

Gurame kapas memiliki ciri-ciri warna putih keperakan seperti warna kapas dengan ukuran sisik yang lebar, bertekstur kasar, dan keras. Sama halnya dengan gurame soang, gurame kapas termasuk ke dalam jenis ikan gurame yang cepat besar.



Namun, bobot maksimalnya hanya mencapai 1,5 kg saja. Selain itu, produktivitas indukan gurame kapas juga tidak terlalu besar, yakni hanya mendapatkan 3.000 butir telur per ekor untuk satu kali pemijahan.


4. Gurame Blue Safir

Sekalipun namanya gurame blue safir, jenis gurame yang satu ini justru tidak berwarna biru, tetapi hitam kemerahan atau merah muda cerah. Gurame blue safir memiliki panjang maksimal 35 cm dengan bobot maksimal 2-4 kg.



Perihal produktivitasnya, blue safir termasuk gurame yang memiliki produktivitas cukup baik, yakni dapat bertelur 4.000-5.000 telur per ekor untuk satu kali pemijahan.


5. Gurame Porselen

Gurame porselen menjadi ikan gurame yang populer dan memiliki banyak peminat, khususnya di Indonesia. Maka dari itu, tak heran bila harga jualnya sendiri lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis gurame lainnya. Ciri-ciri gurame porselen adalah berwarna merah mudah keperakan, tubuh bagian bawah berwarna putih, dan ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran tubuhnya.



Pertumbuhan gurame porselen terbilang cepat dan bisa mencapai bobot maksimal 1,5-2 kg per ekor. Produktivitas ikan ini cukup tinggi, yakni dalam satu kali pemijahan mampu menghasilkan 8.000-10.000 butir telur per ekor. Untuk memulai budidaya ikan gurame, Bapak/Ibu bisa mencoba dari ikan gurame porselen yang menguntungkan ini.


6. Gurame Jepang atau Gurame Jepun

Gurame jepang atau gurame jepun berasal dari Jawa Tengah. Saat usianya masih kecil, gurame jepang memiliki warna agak kebiruan. Ketika sudah memasuki usia dewasa, gurame jepang memiliki warna hitam pekat di bagian atas, dengan sisik berwarna putih dan garis gelap di bagian tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti berwarna abu-abu.



Panjang maksimal gurame jenis ini mencapai 45 cm, dengan bobot tubuh 3,5-4 kg. Indukan gurame jepang mampu menghasilkan 2.000-3.000 butir telur per periodenya.


7. Gurame Paris

Gurame paris memiliki warna dasar tubuh merah cerah dengan bintik-bintik hitam di seluruh tubuh dan warna putih di bagian kepalanya. Bobot maksimal ikan ini hanya 1,5 kilogram saja. Telur yang dihasilkan oleh indukan gurame paris untuk satu kali pemijahan hanya berkisar 5.000-6.000 butir telur.


nah, tertarik mencoba budidaya raja ikan air tawar ini??

dikutip dengan perubahan dari https://efishery.com/jenis-ikan-gurame/