Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2023

Mengenal 7 Jenis "Bebek" Budidaya

 Pada dasarnya bebek terbagi dalam kategori bebek petelur dan bebek pedaging / potong atau bebek yang dapat dikonsumsi. Namun khusus bebek potong sendiri masih terbagi dalam 7 jenis yang paling sering dibudidayakan oleh peternak bebek.


1. Bebek Hibrida



Bebek jenis Hibrida menjadi primadona bagi peternak bebek karena memiliki keunggulan dalam masa panen. Waktu pertumbuhan Bebek hibrida cukup cepat sehingga dalam 42 hari dapat dipanen. Bebek hybrid merupakan perkawinan silang antara Bebek lokal dan Bebek Peking. Hasilnya daging Bebek Hibrida memiliki tekstur lebih unggul.



2. Bebek Peking



Bebek Peking yang berasal dari China, termasuk jenis paling sering ditemui di peternakan bebek. Bebek dengan ciri fisik berwarna putih mulai didatangkan ke Amerika Serikat pada 1870 dan mulai popular. Nyaris memiliki kemampuan dalam tumbuh kembang yang baik, Bebek Peking mumbutuhkan masa panen selama 2 – 3 bulan. Bobot Bebek Peking ketika dipanen mencapai 2,5-3,5 kg.


3. Bebek Albio


Jenis bebek ini berasal dari daerah di Kabupaten hulu sungai utara Kalimantan Selatan. Bebek Albio merupakan hasil dari perkawinan silang antara bebek Kalimantan dengan bebek Peking. Bebek Albio selain sering dijadikan bebek petelur, juga memiliki keunggulan pada rasa dagingnya. Hal ini membuat Bebek Albio dapat dijadikan salah satu pilihan bagi peternak bebek.



Tidak seperti jenis bebek lainnya yang nyaris serupa antara jantan dan betina, khusus bebek Albio terdapat perbedaan. Bebek Albio jantan memiliki bulu berwarna coklat gelap, sedangkan bebek alabio betina berwarna coklat kuning.


4. Bebek Magelang



Seperti halnya bebek Albio, Bebek Magelang atau bebek kalung juga dapat menghasilkan telur. Namun dengan ukuran berat mencapai 1,9 kg/ekor membuat bebek ini dapat digunakan sebagai bebek potong. Masa panen sebagai bebek potong hanya berkisar 8 minggu atau 60 hari, cukup ideal untuk berternak. Bebek Kalung atau Bebek Magelang ini berasal dari daerah Secang Jawa Tengah.


5. Bebek Bali



Bebek Bali atau bebek pinguin karena hampir memiliki kesamaan ketika berjalan, bebek ini memiliki keunikan pada jambul di bagian kepalanya. Keunggulan dari Bebek Bali saat diternak adalah kemampuannya dalam beradaptasi. Dengan berpindah lokasi, Bebek Bali tidak mudah stress dan langsung dapat menyesuaikan.


6. Bebek Raja



Bebek Raja hasil perkawinan silang antara bebek jenis Alabio dengan bebek Mojosari. Keunggulan Bebek Raja sebagai bebek potong dikarenakan masa pertumbuhannya cukup cepat. Daging dari Bebek Raja juga lebih tebal sehingga menjadi pilihan bagus untuk dikonsumsi.


7. Bebek Rambon



Bebek Albio memang kerap dijadikan indukan dalam perkawinan silang. Hasilnya terlihat dari Bebek Rambon yang hasil kawin silang Bebek Cirebon dan Albio. Daging bebek Rambon terkenal dengan tekstur dan rasa yang enak.


Dari 7 jenis bebek potong, rasanya setiap jenis memiliki keunggulan tersendiri. Bukan hanya tekstur daging yang dihasilkan, tetapi juga keistimewaan rasa daging bebek tersebut. Namun Sahabat  tentu harus memastikan berbagai hal agar mendapatkan hasil maksimal selama berternak bebek.

disunting dari https://jagadtani.com/read/2785/7-jenis-bebek-potong-menguntungkan-diternak

Selasa, 07 Februari 2023

MENGENAL JENIS IKAN "BUDIDAYA" GURAME

Sebelum memulai usaha budidaya ikan gurami, alangkah lebih baik mengetahui jenis ikan ini. simak 7 jenis ikan gurami berikut, yuk!

 1. Gurame Batu

Gurame batu merupakan jenis gurame yang memiliki ciri-ciri warna tubuh hitam dan bersisik keras. Gurame batu jarang dijadikan makanan karena total dagingnya terbilang cukup sedikit.



Pasalnya, maksimal bobot tubuh ikan ini kecil. Di usia satu tahun saja bobot tubuhnya hanya mencapai 0,5 kg, sehingga gurame batu lebih umum dijadikan ikan hias saja.


2. Gurame Soang atau Gurame Angsa

Ikan gurame yang cepat besar adalah jenis gurame soang atau gurame angsa. Dalam waktu 9 bulan, Pembudidaya sudah bisa memanen gurame soang dengan bobot ikan sebesar 500 gram.


Bahkan, bila Bapak/Ibu membudidayakannya lebih lama, jenis ikan gurame yang satu ini bisa mencapai bobot 8 kg dengan panjang 65 cm. Keuntungan lainnya dari berbudidaya gurame soang adalah telur yang dihasilkan indukannya cukup banyak, yakni antara 5.000-7.000 butir telur per indukan.



Gurame soang atau yang juga biasa disebut gurame angsa memiliki ciri-ciri kepala yang yang sedikit menonjol seperti angsa, serta bentuk tubuh pipih memanjang dengan kombinasi warna hitam dan putih. Bagian ekor gurame soang memiliki warna kemerahan ketika usianya masih di bawah 1 tahun. 


3. Gurame Kapas

Gurame kapas memiliki ciri-ciri warna putih keperakan seperti warna kapas dengan ukuran sisik yang lebar, bertekstur kasar, dan keras. Sama halnya dengan gurame soang, gurame kapas termasuk ke dalam jenis ikan gurame yang cepat besar.



Namun, bobot maksimalnya hanya mencapai 1,5 kg saja. Selain itu, produktivitas indukan gurame kapas juga tidak terlalu besar, yakni hanya mendapatkan 3.000 butir telur per ekor untuk satu kali pemijahan.


4. Gurame Blue Safir

Sekalipun namanya gurame blue safir, jenis gurame yang satu ini justru tidak berwarna biru, tetapi hitam kemerahan atau merah muda cerah. Gurame blue safir memiliki panjang maksimal 35 cm dengan bobot maksimal 2-4 kg.



Perihal produktivitasnya, blue safir termasuk gurame yang memiliki produktivitas cukup baik, yakni dapat bertelur 4.000-5.000 telur per ekor untuk satu kali pemijahan.


5. Gurame Porselen

Gurame porselen menjadi ikan gurame yang populer dan memiliki banyak peminat, khususnya di Indonesia. Maka dari itu, tak heran bila harga jualnya sendiri lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis gurame lainnya. Ciri-ciri gurame porselen adalah berwarna merah mudah keperakan, tubuh bagian bawah berwarna putih, dan ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran tubuhnya.



Pertumbuhan gurame porselen terbilang cepat dan bisa mencapai bobot maksimal 1,5-2 kg per ekor. Produktivitas ikan ini cukup tinggi, yakni dalam satu kali pemijahan mampu menghasilkan 8.000-10.000 butir telur per ekor. Untuk memulai budidaya ikan gurame, Bapak/Ibu bisa mencoba dari ikan gurame porselen yang menguntungkan ini.


6. Gurame Jepang atau Gurame Jepun

Gurame jepang atau gurame jepun berasal dari Jawa Tengah. Saat usianya masih kecil, gurame jepang memiliki warna agak kebiruan. Ketika sudah memasuki usia dewasa, gurame jepang memiliki warna hitam pekat di bagian atas, dengan sisik berwarna putih dan garis gelap di bagian tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti berwarna abu-abu.



Panjang maksimal gurame jenis ini mencapai 45 cm, dengan bobot tubuh 3,5-4 kg. Indukan gurame jepang mampu menghasilkan 2.000-3.000 butir telur per periodenya.


7. Gurame Paris

Gurame paris memiliki warna dasar tubuh merah cerah dengan bintik-bintik hitam di seluruh tubuh dan warna putih di bagian kepalanya. Bobot maksimal ikan ini hanya 1,5 kilogram saja. Telur yang dihasilkan oleh indukan gurame paris untuk satu kali pemijahan hanya berkisar 5.000-6.000 butir telur.


nah, tertarik mencoba budidaya raja ikan air tawar ini??

dikutip dengan perubahan dari https://efishery.com/jenis-ikan-gurame/

Sabtu, 07 Januari 2023

Kesempatan itu...

 kesempatan itu, akan selalu ada.



percayalah, karena tak semua bintang akan menemanimu malam ini

tak semua jalan akan mengantarkanmu pada tujuan,

tapi, kesempatan akan menemukanmu dimanapun kau berada

dengan atau tanpa adanya daya juang,

ia akan selalu setia menghampirimu.

maka, jika kegagalan masih saja menghantuimu,

cobalah sekali lagi, bangkit dan cari cara yang berbeda



semoga kesempatan baik, segera mendatangimu,

selamat tahun baru.

asa ini menantimu