Tampilkan postingan dengan label SUKSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUKSES. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2023

Mengubah Kecemasan menjadi produktif

 Depresi dan kecemasan adalah hal yang berbeda. Cemas itu sendiri adalah suatu bentuk emosi yang ditandai dengan perasaan tidak menyenangkan akibat kekacauan batin. Sementara depresi adalah kondisi kronis di mana seseorang terus-menerus merasa sedih ataupun putus asa. Namun biasanya, orang yang sedang depresi akan mengalami rasa cemas berlebihan, seperti perasaan gelisah, mudah marah, sulit tidur, dan susah fokus.



Memang tidak mudah untuk menghilangkan rasa cemas, apalagi depresi. Tapi kamu tetap harus memutar otak untuk mencari cara mengatasinya agar perasaan negatif tersebut tidak semakin menjadi-jadi sehingga mengganggu aktivitas atau bahkan kesehatan kamu.

Berikut ini cara jitu untuk menghilangkan rasa cemas berlebihan agar tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan kita.



1. Kembali ke lingkungan kamu

Biasanya, ketika seseorang mengalami cemas berlebihan, mereka akan cenderung menarik diri dari lingkungan. Padahal, salah satu cara untuk mengatasi depresi adalah dengan adanya dukungan sosial dari orang terdekat. Ketika kamu sedang mengalami kecemasan atau depresi, cobalah untuk mengungkapkan apa yang kamu rasakan dan tetaplah menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar. Meski tidak mudah, namun mengisolasi diri dari lingkungan juga bukanlah jalan keluar dari kekalutan yang sedang kamu alami. 


2. Lakukan apa yang kamu sukai

Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan cemas dan kecenderungan depresi adalah dengan melakukan apa yang kamu sukai – nonton film, jalan-jalan, pergi ke pantai, bernyanyi, dll. Dan meski kamu tidak selamanya bisa memaksa diri untuk melakukan hal yang kamu sukai, namun tetap selalu berusaha untuk mendorong diri sendiri agar selalu aktif berkegiatan -setidaknya bukan yang kamu benci. 


3. Lakukan hal baru

Selain melakukan hal yang kamu senangi, kamu juga perlu untuk melakukan hal baru untuk menghilangkan rasa cemas berlebihan. Ketika kamu menantang diri sendiri dengan melakukan hal baru, tanpa kamu sadari tubuh kamu akan memproduksi hormon dopamin yang berhubungan dengan rasa senang dan bahagia. 


Berjemur sinar matahari

Tanpa kamu sadari, kurangnya sinar matahari dapat memperburuk rasa cemas berlebihan dan depresi kamu. Cobalah sesekali keluar dari kamar kamu agar kamu dapat terkena sinar matahari, setidaknya 15 menit sehari. Sinar matahari diketahui dapat meningkatkan kadar hormon bahagia serotonin sehingga memperbaiki mood kamu. 


5. Olahraga yang rajin

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat menghilangkan gejala depresi. Aktifitas fisik seperti berolahraga ternyata dapat meningkatkan produksi endorfin yang memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Dan tentunya, kamu tidak perlu berolahraga berlebihan untuk mendapatkan manfaatnya, cukup olahraga ringan namun dilakukan secara rutin seperti jalan kaki 10 menit, dll. 


6. Makan makanan yang sehat

Tanpa kamu sadari, makanan yang kamu konsumsi dapat berdampak pada perasaan kamu. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kamu akan merasa kesal ataupun lelah saat kamu telat makan. Dan untuk mengatasi rasa cemas atau depresi, kamu dapat meminimalkan konsumsi gula dan karbohidrat olahan namun kamu dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B karena kekurangan vitamin B (seperti asam folat dan B12) dapat memicu depresi. Beberapa makanan yang dapat mengatasi depresi adalah makanan yang kaya akan omega-3 seperti salmon, tuna, dll.



7. Tidur yang cukup

Sulit tidur dapat menjadi salah satu gejala depresi. Untuk mengatasi perasaan cemas atau depresi, cobalah untuk mengubah pola tidur kamu. Mulailah untuk tidur cukup setidaknya 7 jam per hari, dan singkirkanlah hal-hal yang dapat menganggu kualitas tidur kamu. 


8. Berpikir positif

Satu hal yang bisa membuat rasa cemas dan depresi kamu semakin memburuk adalah pikiran negatif tentang diri sendiri atau lingkungan sekitar kamu. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi rasa cemas dan depresi adalah dengan berpikir positif. 


Nah itulah cara-cara yang bisa dilakukan agar kita terhindar dari rasa cemas yang berlebihan. semoga bermanfaat.

dikutip dari https://www.aswata.co.id/id/berita/info-tips/688-hilangkan-rasa-cemas-berlebihan-dengan-8-cara-jitu-ini

Sabtu, 05 November 2022

MEMAKNAI ULANG ARTI KEGAGALAN


Hampir saja aku menyerah. Jengah dengan semua keputusan alam ini. Bagaimana tidak, hampir setiap mencoba usaha, atau melamar di beberapa instansi, aku gagal. Ya, gagal adalah teman setia yang menemaniku di sepanjang jalan perjuangan ini. Aku mulai mengangkat bendera putih  – tanda menyerah dalam pertandingan – di sisa hela nafasku. Aku ‘hampir’ putus asa dengan keadaan ini.



Lalu aku teringat dengan sebuah motivasi –meski beberapa orang menyebutnya sebagai pelampiasan – dari motivator. “tak ada kata gagal, yang ada hanyalah jalan menuju kesuksesan”. dan karena itu aku jadikan jalan untuk mengubah perspektifku.



Jadi, dalam satu perspektif, gagal itu tidak ada. Kata “gagal” sebenarnya dalam arti lain adalah proses perjuangan untuk mengetahui, dimana seharusnya kita berada. Dimana seharusnya langkah yang harus kita ambil, dan jalan mana yang harus kita tuju untuk sampai pada titik yang banyak orang menyebutnya sebagai kesuksesan. Sehingga, tak perlulah risau jika kita masih terus meniti langkah menuju tangga kesuksesan kita. Keep spirit, stay strong habieneka!!!




 

ASN DAN HARAPAN SEJUTA UMAT



Beberapa waktu ini, semua tenaga honorer di sekolah negeri –terutama yang mengabdi sudah amat lama- berharap cemas dapat ruang kuota yang akan mengisi kekosongan Asn di lingkungan instansi pemerintahan. Doa dan  tangis terus saja membuncah tatkala mulai bermunculan pengumuman, untuk P1, P2, dan P3 yang ternyata tidak semuanya terakomodasi. Hanya beberapa –sebagian kecil- yang mendapat kesempatan untuk menjadi ASN di tahun 2022 ini. Bahkan, peserta P1 yang notabene sudah lulus passing grade pun dibuat tak berdaya dengan adanya pembatasan kuota penerimaan dengan dalih keterbatasan anggaran.

Lalu, salah siapakah semua ini? Jika kita menyalahkan kepada pemerintah, atau lembaga yang diamanahi untuk mengurusi semua seluk beluk rumitnya dunia pendidikan, maka kesalahan itu seakan tidak ada habisnya. Jika kita salahkan sistem, yang sudah disusun sedemikian rupa hingga akhirnya tetap tidak bisa meloloskan semua, pasti kita juga akan tetap kecewa. Dan sekali lagi, jika kita salahkan para pencari kerja, yang disebut sebagai tenaga honorer itu, yang katanya ikhlas mengabdi sekian lama, untuk diangkat menjadi ASN, rasanya juga tidak pas, kenapa ikhlas lalu menuntut menjadi ASN?? Berarti memang bukan ikhlas secara alami, melainkan ada harapan di kemudian hari yang diusung oleh tenaga honorer untuk perbaikan nasibnya di masa mendatang.



Dari sekian banyaknya persoalan yang cukup pelik itu, tak apalah jika kita tarik pelajaran, bahwa menggantungkan harapan pada seseorang, pada lembaga, dan atau pada siapapun di dunia ini pasti sedikit banyak akan mendatangkan kecewa pada diri sendiri. Kita tak mungkin bisa membuat siapapun mengikuti keinginan dan harapan kita.

Langkah terbaik adalah, dengan tetap berusaha semaksimal mungkin, dengan tambahan doa, dan pasrahkan segala hasilnya pada keputusan alam. Kita sebatas mengikuti arusnya saja. Sekian.