Sabtu, 07 Januari 2023

Kesempatan itu...

 kesempatan itu, akan selalu ada.



percayalah, karena tak semua bintang akan menemanimu malam ini

tak semua jalan akan mengantarkanmu pada tujuan,

tapi, kesempatan akan menemukanmu dimanapun kau berada

dengan atau tanpa adanya daya juang,

ia akan selalu setia menghampirimu.

maka, jika kegagalan masih saja menghantuimu,

cobalah sekali lagi, bangkit dan cari cara yang berbeda



semoga kesempatan baik, segera mendatangimu,

selamat tahun baru.

asa ini menantimu

Senin, 07 November 2022

 

MENGULANG KEGAGALAN, BENARKAH?

:RD YUNIANTA

 

Pada sebuah kesempatan, kamu mencoba untuk ‘menguji’ nasib. Ikut sebuah seleksi. Debar jantung tak dihitung berapa lagi degupnya. Tiba-tiba, waktu yang ditunggu –pengumuman-  telah  tiba. Namamu tak ada dalam daftar calon peserta yang lolos seleksi. Tak apa, coba lagi periode berikutnya. Saat pembukaan lowongan baru di periode selanjutnya, kamu mencoba lagi mengikutinya. Dengan formasi yang sama dan kuota yang serupa. Segala daya dan upaya dilakukan, dan dimaksimalkan. Lalu, hal yang mendebarkan terjadi lagi. Sesaat sebelum pengumuman, jantung serasa berdetak tak karuan, hingga pengumuman hasil muncul. Dan sekali lagi, namamu tak ada dalam daftar peserta yang layak menjadi bagian dari instansi tersebut. 


Marahkah? Kecewakah? Berulangkalikah??

Apa yang ada dibenakmu, yang menggelayuti pikiranmu? Sekilas mereka –pikiran jahat itu- menari dengan anggun di kepalamu. Mencoba mengoyak keyakinan yang selama ini kau bangun. Yang kalau mau mengingat kembali masa lalu, kau adalah juara, bintang kelas dalam beberapa periode. Kau begiut gagah menyebut dirimu sendiri –meski tak kau sampaiakan pada khalayak- kau adalah spesial di muka bumi.

Namun semua itu sirna. Kegagalan demi kegagalan, menghancurkan semua semangatmu. Mengikis rasa percaya diri sedikit demi sedikit. Hingga pada titik tertentu, kau hilang arah, tak tahu tujuanmu, kemana melangkahkan kakimu.


Benarkah itu?? Pada titik itu, kita diuji. Kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi, pasti aakan mengalami ujian lagi dan lagi, hingga bagaimana kita menyikapinya. Larut dalam kesedihan, atau bangkit dan melawan penindasan, kekalahan. Kau adalah luar biasa untuk dirimu sendiri. Ingatlah bahwa sebelum dilahirkan, benih –calon dirimu- berjuang mengalahkan para pesaing, hingga berhasil membuahi patnermu, dan jadilah dirimu seutuhnya. Jadi, ujian sudah dimulai ketika kau memutuskan hidup di dunia. Masihkah kau merasa pecundang? Merasa bukan apa-apa?



Bangkitlah, sekali lagi, kau pasti bisa, dan menjadi juara untuk duniamu. Kau tidak sedang mengulang kegagalan. Kau sedang mendapatkan pelajaran kehidupan. Pemahaman, kesabaran, dan rasa syukur. Maka, Keep spirit, keep fighting!!!   

UBAH MINDSET (YOU'RE SO SPECIAL)

:RD YUNIANTA      

        Suatu ketika, atau beberapa kali, dan bahkan berulang kali, engkau gagal. setiap mencoba, selalu saja gagal dengan segala hasil yang diraih. lalu, untuk mencobanya lagi, engkau mulai ragu, benarkah aku harus mencobanya sekali lagi? bagaimana kalau gagal terus menghampiri lagi? rasa takut mulai mendera, rasa cemas mulai menghampiri, dan rasa putus asa bersemi dalam hati....



        Sudahlah. bagaimana kalau kita mulai mencoba mindset baru? tak lagi fokus pada hasil yang diraih, atau tak lagi fokus pada gagalnya pencapaian yang kita inginkan.

        Kita ubah mindset menjadi bentuk kesyukuran. alhamdulillah, aku sudah melalui banyak proses dalam hidup ini. bersyukur bahwa aku masih diijinkan untuk mencoba banyak hal, yang sangat berharga, yang tidak akan kudapatkan ketika otomatis aku langsung berhasil.



       Gagal adalah cara kehidupan menunjukkan pada kita, sisi lain dari sebuah usaha. gagal bukan berarti berakhir segalanya. gagal adalah bukti bahwa kita masih mau mencoba. sehingga kita tahu apa hasil yang kita raih dari apa yang kita upayakan, benarkan ini jalan kita, atau, haruskah kita mencoba jalan lain? 

        Teruslah mencoba, teruslah bersyukur, dan biarkan semesta menunjukkan pada kita panorama keindahan yang tak pernah kita duga.

terima kasih. :)



Sabtu, 05 November 2022

MEMAKNAI ULANG ARTI KEGAGALAN


Hampir saja aku menyerah. Jengah dengan semua keputusan alam ini. Bagaimana tidak, hampir setiap mencoba usaha, atau melamar di beberapa instansi, aku gagal. Ya, gagal adalah teman setia yang menemaniku di sepanjang jalan perjuangan ini. Aku mulai mengangkat bendera putih  – tanda menyerah dalam pertandingan – di sisa hela nafasku. Aku ‘hampir’ putus asa dengan keadaan ini.



Lalu aku teringat dengan sebuah motivasi –meski beberapa orang menyebutnya sebagai pelampiasan – dari motivator. “tak ada kata gagal, yang ada hanyalah jalan menuju kesuksesan”. dan karena itu aku jadikan jalan untuk mengubah perspektifku.



Jadi, dalam satu perspektif, gagal itu tidak ada. Kata “gagal” sebenarnya dalam arti lain adalah proses perjuangan untuk mengetahui, dimana seharusnya kita berada. Dimana seharusnya langkah yang harus kita ambil, dan jalan mana yang harus kita tuju untuk sampai pada titik yang banyak orang menyebutnya sebagai kesuksesan. Sehingga, tak perlulah risau jika kita masih terus meniti langkah menuju tangga kesuksesan kita. Keep spirit, stay strong habieneka!!!




 

ASN DAN HARAPAN SEJUTA UMAT



Beberapa waktu ini, semua tenaga honorer di sekolah negeri –terutama yang mengabdi sudah amat lama- berharap cemas dapat ruang kuota yang akan mengisi kekosongan Asn di lingkungan instansi pemerintahan. Doa dan  tangis terus saja membuncah tatkala mulai bermunculan pengumuman, untuk P1, P2, dan P3 yang ternyata tidak semuanya terakomodasi. Hanya beberapa –sebagian kecil- yang mendapat kesempatan untuk menjadi ASN di tahun 2022 ini. Bahkan, peserta P1 yang notabene sudah lulus passing grade pun dibuat tak berdaya dengan adanya pembatasan kuota penerimaan dengan dalih keterbatasan anggaran.

Lalu, salah siapakah semua ini? Jika kita menyalahkan kepada pemerintah, atau lembaga yang diamanahi untuk mengurusi semua seluk beluk rumitnya dunia pendidikan, maka kesalahan itu seakan tidak ada habisnya. Jika kita salahkan sistem, yang sudah disusun sedemikian rupa hingga akhirnya tetap tidak bisa meloloskan semua, pasti kita juga akan tetap kecewa. Dan sekali lagi, jika kita salahkan para pencari kerja, yang disebut sebagai tenaga honorer itu, yang katanya ikhlas mengabdi sekian lama, untuk diangkat menjadi ASN, rasanya juga tidak pas, kenapa ikhlas lalu menuntut menjadi ASN?? Berarti memang bukan ikhlas secara alami, melainkan ada harapan di kemudian hari yang diusung oleh tenaga honorer untuk perbaikan nasibnya di masa mendatang.



Dari sekian banyaknya persoalan yang cukup pelik itu, tak apalah jika kita tarik pelajaran, bahwa menggantungkan harapan pada seseorang, pada lembaga, dan atau pada siapapun di dunia ini pasti sedikit banyak akan mendatangkan kecewa pada diri sendiri. Kita tak mungkin bisa membuat siapapun mengikuti keinginan dan harapan kita.

Langkah terbaik adalah, dengan tetap berusaha semaksimal mungkin, dengan tambahan doa, dan pasrahkan segala hasilnya pada keputusan alam. Kita sebatas mengikuti arusnya saja. Sekian.

Minggu, 23 Oktober 2022

Learning Metamorphosis (Mengembangkan Sayap Pembelajaran)

 



 

Rabu, 31 Juli  sebuah peradaban baru dimulai. Tepatnya, sebuah pelatihan yang mau tidak mau harus mengubah mindset pesertanya, termasuk saya sendiri. Sebuah seminar diadakan oleh dinas pendidikan dasar yang kesekian kalinya ketika ramadhan 1434 H. Tajuknya adalah learning metamorphosis, perubahan dalam proses pembelajaran layaknya sebuah ulat yang berproses menjadi kupu-kupu nan cantik. Inspirator metamorphosis pun dihadirkan, HD Irianto. Pemotivasi tingkat nasional yang berdomisili di Yogyakarta telah menarik minat peserta untuk antusias mendengarkan kisah-kisah supernya. Semua tergugah, tergelak ketika bercanda, dan terpesona layaknya anak mendapatkan mainan baru, pengetahuan baru. Selain sebuah sertifikat sebagai tanda keikutsertaan peserta, buku mungil dengan bahasa ringan tetapi pengetahuan yang mendalam adalah kunci kesungguhan metamorphosis ini. Hamper sama seperti tatkala berseminar ria, buku dengan judul “Learning Metamorphosis, Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya” ini menggiring kita tentang fase ulat, fase kepompong, dan fase kupu-kupu.

Mari kita mulai… .

Tahap awal, bermula dengan fase ulat: ironi profesi guru. Sebuah ironi, karena sampai saat ini proses pembelajaran masih difokuskan pada ranah kognitif, padahal menurut pakar bernama Benyamin S. Bloom, setiap anak memiliki 3 ranah berbeda, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam sejarah, dua ranah terakhir tersebut justru amat menentukan kesuksesan seseorang. Untuk itu, proses pembelajaran yang hanya menekankan aspek kognitif saja seharusnya mulai diubah. Anak tidak saja harus cerdas dalam intelektual saja, namun aspek emosional dan spiritual juga patut utnuk dikembangkan.

Fase kepompong: nilai akademis bukan segalanya. Dalam fase ini mari melakukan perenungan ulang tentang apa-apa yang kita lakukan sebagai guru. Ternyata kepintaran akademis saja tidaklah cukup. Menjadi sukses, tidak hanya ditentukan oleh ijazah yang dimiliki, melainkan diperlukan juga pengetahuan, keterampilan, dan kematangan. “Nilai ijazah dan transkrip nilai sesungguhnya hanya berguna saat masih sekolah dan saat pertama kali melamar kerja (itupun kalau pegawai, kalau pengusaha, nilai itu tak ada artinya”, kata HD. Sebagai guru, yang digugu dan ditiru seharusnya dapat senantiasa membentuk ABC-nya murid, yakni attitude, belief, dan commitment, melalui pembelajaran yang menjunjung tinggi harkat dan martabat murid yang memiliki keunikannya masing-masing.

Fase terakhir, dase kupu-kupu: menjadi guru yang lebih manusiawi. Seorang guru, harus meraih sepenuhnya hak mengajarnya karena murid telah memberikannya secara sukarela kepadanya. Pertama, bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka, maksudnya kita harus diterima oleh murid sebelum pelajara dimulai agar suasana lebih terasa nyaman dan proses pembelajaran dapat berjalan. Kemudian, saat memulai pembelajaran, kita perlu mengaitkan apa yang akan disampaikan dengan peristiwa atau perasaan yang pernah dialami murid (scene setting).

Begitulah, sepenggal teladan inspiratif dari pak HD Irianto, semoga bermanfaat…. :D

Senin, 05 September 2022

NGOPI DULU

 

NGOPI DULU

Aku tak suka kopi. Itu pointnya. Eh, tunggu dulu, sebenarnya aku suka kopi. Pahit yang nikmat. Tapi, lambungku tak begitu care padaku. Ia tak rela jika sedikit saja kopi tertuang dalam altarnya, ia akan bergejolak, menimbulkan rasa yang tak karuan, melilit tiap ujung rambutku dan aku hampir tak berdaya dibuatnya. Entah kenapa, tapi itulah alasan kenapa aku anti pada kopi.

Tapi, ini bukan tentang aku dan kopi. Ini tentang bagaimana kopi bisa memengaruhi jutaan manusia di setiap penjuru dunia. Kopi, bahkan yang telah mampir di Rahim binatang mungil yang sering disebut luwak, menjadi barang super mewah dan melegenda.

Kopi, dijadikan simbol waktu yang free, dalam setiap moment acara penting semisal seminar atau workshop, hingga kita sering mengenal istilah coffee break, daripada istirahat.

Kopi, juga tumbuh menjadi komoditas yang mampu menghidupi berbagai jutaan petani yang menggantungkan hidup pada kemakmuran dan kesuburan tiap panennya.

Kopi, juga menjadi alasan utama para pegiat bisnis, untuk menyajikan teknik penjualan dalam bentuk berbeda, dengan berbagai citarasa yang mengikat penggemar atau calon penggemarnya.

Kopi, layaknya teh oleh sebagaian masyarakat yang lain, menjadi hidangan utama dalam setiap upacara sakral lek-lekan yang meminta tiap insan terjaga hingga larut malam.



Atau, yang masih hangat di hadapan kita, kopi jualah yang menyebabkan Mirna pergi selamanya dan Jessika didakwa menjadi eksekutor tunggalnya.

Kopi, dengan segala kenikmatan yang ditawarkan, muncul sebagai pangsa pasar utama di setiap obrolan. Dengan segala konsep tentang kewibawaan kopi, Yuk, ngopi dulu…

Senin, 25 Juli 2022

MENGENAL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA)




 Latar Belakang SRA

Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan juga negara. Untuk itu, negara memiliki andil dan tanggung jawab dalam menyuseskan program belajar anak. Sukses tidaknya anak belajar di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor lingkungan sekolah. 

Berdasarkan pantauan di lapangan dan dari berbagai sumber media, terdapat kekerasan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didiknya. Tidak hanya itu, antarpeserta didik juga berpotensi berbuat kekerasan seperti bullying. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pernah mencatat pada tahun 2014-2015, 10% kekerasan yang dialami anak berasal dari guru. Jika hal itu dibiarkan secara terus menerus, bagaimana nasib pendidikan anak-anak Indonesia?

Dilatarbelakangi oleh hal-hal itulah, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk Sekolah Ramah Anak, yang dimaksudkan untuk menjamin hak-hak anak selama di sekolah, sehingga keamanan anak bisa selalu terjaga. Keamanan yang dimaksud tidak sebatas keamanan psikis dan fisik, melainkan juga kesehatan.



B.   Prinsip dan Konsep SRA

Prinsip SRA adalah sebagai berikut:

  1. Nondiskriminasi, artinya setiap anak bisa mendapatkan haknya tanpa adanya diskriminasi.
  2. Kepentingan terbaik bagi anak, artinya semua kebijakan atau keputusan yang dibuat nantinya benar-benar terbaik bagi pendidikan anak.
  3. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, artinya lingkungan sekolah memperhatikan martabat anak dan memberikan jaminan akan perkembangan setiap anak.
  4. Penghormatan terhadap pandangan anak, artinya menghormati setiap pandangan anak yang berpengaruh pada perkembangannya.
  5. Pengelolaan yang baik, artinya adanya jaminan akan keterbukaan, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum di sekolah


        Konsep SRA mengacu pada perlindungan dan pemenuhan hak anak selama di sekolah berdasarkan gerakan BARISAN, yaitu sebagai berikut.

  1. B = Bersih
  2. A = Aman
  3. R = Ramah
  4. I = Indah
  5. I = Inklusif
  6. S = Sehat
  7. A = Asri
  8. N = Nyaman

 Implementasi pengembangan Sekolah Ramah Anak

1. Persiapan

Persiapan yang harus dilakukan sebelumnya adalah sebagai berikut.

a.    Menyusun rekomendasi dan memetakan hak-hak anak berdasarkan hasil konsultasi pada pihak anak.

b.    Membentuk kebijakan melalui komitmen kepala sekolah, orang tua/wali, dan peserta didik.

c.    Membentuk tim pengembangan dengan peran sebagai berikut.

1)    Koordinator untuk pengembangan.

2)    Melakukan sosialisasi.

3)    Menyusun serta mengembangkan sekolah ramah anak.

4)    Melakukan evaluasi.

5)    Memetakan potensi, kapasitas, dan kerentanan.

2. Perencanaan

Pada langkah perencanaan, tim pengembangan berperan untuk menyukseskan terwujudnya sekolah ramah anak yang terintegrasi ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah berlangsung di suatu sekolah.

3. Pelaksanaan

Pada pelaksanaannya, semua sumber daya harus dioptimalkan, baik sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

4. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan

Pada langkah ini, tim pengembangan harus melakukan pemantauan setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Hasil yang diperoleh dari evaluasi tersebut diserahkan pada pihak gugus tugas KLA (Kota Layak Anak) untuk dilakukan tindak lanjut. Jika unit satuan pendidikan berhasil menerapkan, pihak gugus tugas akan memberikan penghargaan.

(diolah dari berbagai sumber)

 

SERGEY BRIN, AHLI IT PENEMU GOOGLE

 

Taukah kamu, bahwa mesin pencari yang kita sering pakai saat ini, Google, adalah mesin pencari paling populer di seluruh dunia. Lalu, siapakah orang dibalik melejitnya pamor google itu? Yuk kita simak bersama. Ia adalah Sergey (Brin), orang dibalik suksesnya google menjadi search engine terbesar di dunia.





Sergey Brin, lahir di Rusia pada 21 Agustus 1973. Ia mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google bersama dengan sahabatnya, Larry Page. Saat ini, Sergey adalah presiden teknologi pada Google dan mempunyai kekayaan bersih dengan perkiraan pada $100 miliar, yang membuatnya masuk dalam 10 daftar orang terkaya di dunia, waww.

Pada tahun 1979, ketika Brin berumur 6 tahun, keluarganya pindah dari Rusia ke Amerika Serikat. Di sana, Brin kecil didaftarkan di sekolah dasar Paint Branch MontossoriAdelphi, Maryland. Untuk jenjang perkuliahan, Sergey diterima di Universitas Maryland, College Park. Di sana, ia mengambil jurusan ilmu komputer dan matematika, dan berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Science pada tahun 1993. Brin kemudian melanjutkan pendidikan ilmu komputernya di Stanford University melalui beasiswa dari National Science Foundation. Ia menerima gelar masternya pada bulan Agustus 1995.

Brin menunjukkan ketertarikannya pada Internet dan search engine (mesin pencari) tak lama setelah ia diterima di Stanford. Ia menulis banyak paper yang membahas tentang data-mining dan pattern extraction. Ia juga menulis software yang dapat mengubah TeX menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya.



Momen terpenting Brin di Stanford adalah ketika ia bertemu dengan Larry Page. Menurut rumor di Google, Page dan Brin "tidak saling menyukai ketika mereka pertama kali bertemu di pascasarjana ilmu komputer Stanford University pada 1995. Namun, mereka akhirnya menemukan bahwa mereka memiliki ketertarikan yang sama: mencari dan menemukan informasi yang relevan dari sekumpulan data yang besar. Bersama-sama, pasangan ini kemudian menulis sebuah karya berjudul "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine" yang dianggap sebagai bibit bagi karier mereka. Itulah cikal bakal google yang akhirnya menjelma menjadi satu-satunya mesin pencari paling populer di seluruh dunia, sepakat? (diolah dari berbagai sumber)

GEMPA BALI

 


Kabar Update. Bali, pulau indah di sebelah timur Banyuwangi, diguncang gempa bumi pada hari Senin, 25 Juli 2022. Gempa tersebut berpusat di Kuta Bali pada pukul 16.09 WIB. Kekuatan gempa (berdasarkan rilis dari BMKG) adalah seberar 3,7 SR, dan terpusat di 7 km sebelah timur laut Kuta pada kedalaman 11 km. BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dikarenakan adanya potensi gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.