Minggu, 15 Januari 2023

TIPS PRODUKTIF DI AKHIR PEKAN

 

Tips apa saja yang dapat meningkatkan produktivitas semua kalangan khususnya di akhir pekan? berikut ini merupakan tips yang dapat membuat kita produktif di akhir pekan:

 


1.    Buatlah jadwal harian

Satu hal yang perlu dilakukan ialah tingkatkan manajemen waktu supaya produktif. Cara mengaturnya adalah dengan membuat jadwal harian. Jadwal ini bisa Anda isi dengan daftar pekerjaan kantor yang harus diselesaikan dan daftar aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Dengan adanya jadwal, rutinitas akan terbangun dan akan lebih mampu termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

 

2.    Miliki ruang kerja

Mempunyai ruangan kerja sendiri dipercaya dapat meningkatkan produktivitas. Manfaatkan ruangan atau sudut di rumah Anda yang sekiranya nyaman untuk bekerja. Atur suasana ruangan kerja yang membangkitkan mood, misalnya menata meja dengan menaruh aromaterapi atau memasang musik yang semangat.

 

3.    Mengikuti kelas online

Sadar atau tidak, sejak ada pandemi kini banyak sekali kelas online bermunculan. Mulai dari kelas memasak hingga kelas public speaking. Semua kelas ini memiliki tujuan agar masyarakat tetap produktif dan berkembang walau terhalang tatap muka langsung. Tidak hanya kelas online, wawancara live Instagram yang terkurasi pun juga bisa menambah wawasan. Misalnya saja Anda mengikuti wawancara live antara wartawan dengan atlet. Dari sana Anda bisa mengambil pelajaran dari cerita para atlet selama masa pandemi ini, bagaimana latihan mereka tanpa ada pertandingan, apa yang dilakukan agar tidak bosan, dan lainnya.

 


4.    Bangun Tidur di Pagi Hari

Meski ini hari libur, bukan berarti Anda harus menghabiskannya untuk bermalas-malasan sepanjang hari di tempat tidur. Mulai hari dengan bangun tidur di pagi hari, namun dalam suasana yang berbeda sebab Anda tidak akan masuk kerja. Nikmati sarapan Anda dengan tenang dan tidak terburu-buru atau bahkan Anda berulang kali memandang jam tangan Anda pada saat melakukannya. Nikmati juga udara pagi yang segar dan habiskan pagi hari Anda dengan menyenangkan bersama keluarga.

Bangun di pagi hari saat akhir pekan sangat baik untuk memulai rutinitas sehari-hari. Hal ini karena kekonsistenan dalam bangun pagi setiap hari dapat melatih kedisiplinan diri dan juga dapat memberikan lebih banyak waktu bagi diri untuk segera memulai kegiatan di akhir pekan. Dengan begitu, rencana mengenai apa yang akan dilakukan akan dapat dipersiapkan dengan baik dan matang.

 

5.    Menyempatkan Diri Berolahraga

 Kesibukan kerja sepanjang minggu, seringkali membuat kita lupa dan tidak sempat berolahraga. Manfaatkan hari Minggu untuk menikmati olahraga yang Anda senangi bersama keluarga atau teman-teman Anda. Anda bisa jogging di sekitar komplek atau taman dekat rumah Anda, bersepeda menuju tempat-tempat wisata terdekat bersama dengan keluarga, atau menghabiskan beberapa jam waktu Anda di pusat kebugaran.

Olahraga sangat penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Jadi selalu usahakan waktu Anda setiap minggunya untuk sekedar melakukan olahraga ringan yang bisa Anda lakukan dengan mudah.

Dengan meluangkan waktu untuk berolahraga akan membuat tubuh menjadi semakin sehat baik sehat secara fisik maupun mental. Mengingat para pegawai di hari kerja hanya bisa melakukan pekerjaan dengan posisi duduk di kursi atau memiliki gerak yang lebih terbatas, maka dengan melakukan olahraga di akhir pekan merupakan kesempatan untuk ‘mengolah’ tubuh agar tetap bugar sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

                                           

6.    Memasak Makanan yang Disukai dan yang Sehat

Memasak sendiri makanan yang diinginkan dapat meningkatkan mood dalam beraktivitas, apalagi dilakukan dengan orang terdekat. Memasak di akhir pekan juga dapat melatih skill diluar pekerjaan yang sehari-hari dilakukan. Dengan memakan makanan sehat menjadikan tubuh kita menjadi lebih sehat, sesuai dengan slogan “DiDalam Tubuh yang sehat, terdapat Jiwa yang Kuat”.

 

7.    Membaca Buku

Melakukan aktivitas dengan cara membaca buku di akhir pekan sangat bermanfaat bagi pengembangan wawasan dan ilmu diri. Dengan membaca buku di akhir pekan, maka tidak akan sia-sia karena di hari libur pun ilmu dan wawasan di dalam otak tetap terisi. Membaca buku dapat disesuaikan dengan keinginan, seperti membaca buku pengetahuan, novel, komik, dan juga buku lainnya.

 

8.    Lakukan Hobi yang Membuat Anda Senang

Setiap orang tentu memiliki hobi, namun tidak semua orang memiliki waktu untuk menikmati hobinya tersebut, mungkin Anda salah satunya. Di hari Minggu, Anda bisa lakukan apapun hobi apapun yang akan membuat Anda menjadi bahagia dan lebih berenergi di awal minggu. Dengan melakukan hobi, energi kita akan tersalur pada hal-hal yang positif.

Anda bisa melakukannya dengan teman-teman atau keluarga yang juga memiliki hobi yang sama dengan Anda, sehingga hal tersebut terasa lebih menyenangkan. Anda juga sekaligus bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat Anda.

 

 


9.    Menikmati waktu untuk Sendiri

Sesekali ada baiknya Anda menghabiskan hari Minggu dengan sendirian saja. Hal ini akan memberikan Anda waktu dan kesempatan bagi diri sendiri untuk bisa lebih santai atau melakukan berbagai hal yang ingin Anda lakukan sendiri saja. Anda bisa bepergian atau sekedar diam dan istirahat di rumah. Anda bisa melakukan self-healing, atas kepenatan selama seminggu ini.

Menikmati waktu sendiri dapat dilakukan dengan beberes kamar tidur atau menata segala sesuatunya agar terlihat lebih indah dan menyenangkan. Hal seperti ini akan membuat Anda senang dan menjadi lebih santai, sehingga Anda memiliki waktu yang benar-benar bisa Anda habiskan untuk diri Anda sendiri sepanjang hari Minggu.

Di akhir pekan tidak ada salahnya untuk melakukan istirahat secara optimal agar di hari kerja dapat menyelesaikan pekerjaan dengan fisik tetap prima dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Istirahat yang cukup sangat penting untuk dilakukan demi tercegahnya kondisi badan yang kurang fit atau sakit yang dapat mengganggu dalam menyelesaikan pekerjaan di kantor.

 

10. Liburkan Diri Anda dari Pekerjaan

Ada banyak orang yang menghabiskan hari Minggu dengan cara mengerjakan berbagai urusan, termasuk pekerjaan kantor yang dibawa ke rumah. Hal seperti ini tentu sangat menyedihkan dan Anda tidak harus melakukannya, bukan? Setelah sepanjang hari bekerja, maka di hari libur atau Minggu enyahkan sejenak pekerjaan Anda di kantor, dan Anda tidak perlu merasa bersalah dengan mengabaikannya sejenak.

Jangan membawa pekerjaan kantor pulang ke rumah, hindari sejenak membuka email atau urusan lainnya mengenai pekerjaan. Katakan pada diri Anda bahwa 5 atau 6 hari yang Anda habiskan untuk bekerja, telah cukup dan menjadi hari yang baik untuk Anda habiskan dalam bekerja, dan hari Minggu adalah hari libur penuh untuk Anda dan keluarga.

 

11. Nikmati Waktu Untuk Keluarga

Setiap pegawai jarang bertemu dan menghabiskan waktu dengan keluarga? Maka jangan sia-siakan hari libur ini. Lakukan semua hal bersama mereka sepanjang hari Minggu. Habiskan waktu bersama keluarga dengan berkualitas, di mana Anda bisa melakukan berbagai hal menyenangkan bersama mereka. Anda bisa bermain atau bepergian bersama mereka, bahkan sekedar menikmati makan siang bersama keluarga juga akan terasa sangat menyenangkan. Atau, bisa juga Anda berkebun sambil bercengkerama dengan anggota keluarga, nikmat bukan?

 

12. Berwisata

Lupakan berwisata ke tempat jauh atau bahkan ke luar kota yang akan menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Para pegawai bisa berwisata ke tempat-tempat terdekat, yang mudah dijangkau serta membuat Anda lebih rileks dan berenergi di awal pekan pada saat kembali bekerja di kantor.

Tidak harus mahal, Anda bahkan bisa berwisata ke tempat yang dekat, di mana Anda bisa menikmati udara segar dengan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Jangan lupa untuk mengajak keluarga atau teman-teman Anda, agar perjalanan wisata yang Anda lakukan lebih menyenangkan dan berkesan bagi Anda.

(dikutip dengan perubahan dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-semarang/baca-artikel/15112/Simak-Tips-Mengatur-Waktu-Supaya-Tetap-Produktif-Dan-Sehat-Di-Akhir-Pekan.html)

Jumat, 13 Januari 2023

TIPS MEMILIH LAPTOP



Halo semua, di jaman yang serba modern ini, masihkah laptopmu ngadat? Gak bisa gerak cepat? Bikin semua jadi lambat?!

 

Nah, di kesempatan kali ini, akan dibagikan tips dalam memilih laptop, disarikan dari Gramedia.com. simak yuk ulasannya berikut:

1.   Pilih Sistem Operasi

Pilih satu dari dua jenis OS berikut:

a.   Windows

b.   Mac OS (Khusus MacBook)

2.   Memilih Laptop Berdasarkan CPU

 (Central Processing Unit) adalah otak dari komputer. Prosesor memiliki pengaruh besar pada kinerja komputer, tetapi hal ini tergantung pada apa yang ingin kamu lakukan. Prosesor Intel Core menawarkan kinerja terbaik dalam hal multi-tasking dan multimedia.

Notebook berbasis Core i3 umumnya ditemukan di sistem entry-level, sedangkan Core i5 merupakan mayoritas komputer mainstream. Jika Anda mencari laptop mainstream dengan kombinasi harga dan kinerja terbaik, dapatkan laptop dengan CPU Intel Core i5 namun jika pekerjaan yang dilakukan cukup berat maka pilihlah core yang lebih besar, seperti Core i7, Core i11 atau Intel 11th Gen CPUs. Tentu saja semakin tinggi angka core, harga juga semakin mahal.

3.   Tentukan Kapasitas Memori RAM

Idealnya laptop sekarang adalah 8GB

Untuk gaming & grafis, RAM minimal 8GB



4.   Pilih SSD atau HDD?

Jika kamu mampu membelinya dan tidak membutuhkan banyak penyimpanan internal, dapatkan laptop dengan solid state drive daripada hard drive. Ruang penyimpanan di laptop kamu bergantung pada apa yang kamu gunakan untuk itu. Lebih baik membeli laptop dengan solid state drive (SSD), SSD akan menawarkan kecepatan yang jauh lebih cepat secara keseluruhan.

5.   Perhatikan Kapasitas Baterai

kamu memerlukan daya tahan setidaknya 7 jam, baterai dengan daya lebih dari 8 jam ideal. Untuk menentukan masa pakai baterai kamu bisa mencari sumber yang objektif. Dengan melihat peringkat baterai dalam Watt-jam (Wh) atau milliamp-jam (mAh) semakin besar angka-angka ini, semakin lama baterai dapat bertahan. Misalnya, baterai dengan peringkat dari 44Wh hingga 50Wh akan memberi kamu ketahanan daya terbaik.

6.   Cek Spesifikasi Webcam

Jika kamu memilih laptop tanpa kamera maka kamu dapat membeli webcam yang dijual terpisah. Kebanyakan webcam masih memiliki kualitas 720p, terutama pada laptop dengan harga lebih murah. Tidak apa-apa jika tidak sering dan tidak terlalu butuh untuk menggunakannya, tetapi dengan Zoom menjadi gaya hidup banyak orang akhir-akhir ini, kamu mungkin lebih dapat merasa nyaman dengan kamera 1080p.

7.   Perhatikan Kualitas Keyboard dan Touchpad

Pastikan keyboard menawarkan umpan balik sentuhan yang solid, perpindahan tombol dan ruang yang cukup sehingga sesuai denganmu. Jika kamu membeli laptop Windows, pastikan laptop tersebut memiliki driver touchpad presisi.



8.   Cek Jumlah Port

Port adalah tempat berbagai cara mencolokkan sesuatu ke laptop kamu, seperti perangkat USB, atau mengisi daya. Memungkinkan kamu mencolokkan hardisk eksternal atau drive SSD dan Mencadangkan data atau menggunakan mouse dan keyboard. Minimal terdapat satu USB-C, satu USB-A, dan jack mikrofon/headset.

9.   Cek Spesifikasi Layar

Pastikan untuk melihat resolusi pada laptop apa pun yang ingin dibeli memiliki resolusi 1920×1080 piksel (Full HD), ini dianggap minimum, kamu tidak akan menyesal. Pada beberapa laptop tertentu, sekarang menawarkan resolusi 4K.

10.  Pilih Brand Laptop Terbaik

daftar merek laptop dapat dicek di link berikut:



11. Sesuaikan Budget

Tentu saja kamu perlu menyeimbangkan fitur laptop, kebutuhan dan jumlah uang yang kamu miliki. Kamu mungkin harus membuat beberapa kompromi dalam keuangan terutama jika berkaitan dengan harga barang. Jangan sampai kamu terlalu tergiur dengan fitur dan aspek yang memukau namun kamu memaksakan keadaan financial-mu, carilah jalan tengah yang memberikan keuntungan baik dari barang dan keuanganmu.

tips ini dikutip dengan perubahan dari https://www.gramedia.com/best-seller/tips-memilih-laptop/


Sabtu, 07 Januari 2023

Kesempatan itu...

 kesempatan itu, akan selalu ada.



percayalah, karena tak semua bintang akan menemanimu malam ini

tak semua jalan akan mengantarkanmu pada tujuan,

tapi, kesempatan akan menemukanmu dimanapun kau berada

dengan atau tanpa adanya daya juang,

ia akan selalu setia menghampirimu.

maka, jika kegagalan masih saja menghantuimu,

cobalah sekali lagi, bangkit dan cari cara yang berbeda



semoga kesempatan baik, segera mendatangimu,

selamat tahun baru.

asa ini menantimu

Senin, 07 November 2022

 

MENGULANG KEGAGALAN, BENARKAH?

:RD YUNIANTA

 

Pada sebuah kesempatan, kamu mencoba untuk ‘menguji’ nasib. Ikut sebuah seleksi. Debar jantung tak dihitung berapa lagi degupnya. Tiba-tiba, waktu yang ditunggu –pengumuman-  telah  tiba. Namamu tak ada dalam daftar calon peserta yang lolos seleksi. Tak apa, coba lagi periode berikutnya. Saat pembukaan lowongan baru di periode selanjutnya, kamu mencoba lagi mengikutinya. Dengan formasi yang sama dan kuota yang serupa. Segala daya dan upaya dilakukan, dan dimaksimalkan. Lalu, hal yang mendebarkan terjadi lagi. Sesaat sebelum pengumuman, jantung serasa berdetak tak karuan, hingga pengumuman hasil muncul. Dan sekali lagi, namamu tak ada dalam daftar peserta yang layak menjadi bagian dari instansi tersebut. 


Marahkah? Kecewakah? Berulangkalikah??

Apa yang ada dibenakmu, yang menggelayuti pikiranmu? Sekilas mereka –pikiran jahat itu- menari dengan anggun di kepalamu. Mencoba mengoyak keyakinan yang selama ini kau bangun. Yang kalau mau mengingat kembali masa lalu, kau adalah juara, bintang kelas dalam beberapa periode. Kau begiut gagah menyebut dirimu sendiri –meski tak kau sampaiakan pada khalayak- kau adalah spesial di muka bumi.

Namun semua itu sirna. Kegagalan demi kegagalan, menghancurkan semua semangatmu. Mengikis rasa percaya diri sedikit demi sedikit. Hingga pada titik tertentu, kau hilang arah, tak tahu tujuanmu, kemana melangkahkan kakimu.


Benarkah itu?? Pada titik itu, kita diuji. Kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi, pasti aakan mengalami ujian lagi dan lagi, hingga bagaimana kita menyikapinya. Larut dalam kesedihan, atau bangkit dan melawan penindasan, kekalahan. Kau adalah luar biasa untuk dirimu sendiri. Ingatlah bahwa sebelum dilahirkan, benih –calon dirimu- berjuang mengalahkan para pesaing, hingga berhasil membuahi patnermu, dan jadilah dirimu seutuhnya. Jadi, ujian sudah dimulai ketika kau memutuskan hidup di dunia. Masihkah kau merasa pecundang? Merasa bukan apa-apa?



Bangkitlah, sekali lagi, kau pasti bisa, dan menjadi juara untuk duniamu. Kau tidak sedang mengulang kegagalan. Kau sedang mendapatkan pelajaran kehidupan. Pemahaman, kesabaran, dan rasa syukur. Maka, Keep spirit, keep fighting!!!   

UBAH MINDSET (YOU'RE SO SPECIAL)

:RD YUNIANTA      

        Suatu ketika, atau beberapa kali, dan bahkan berulang kali, engkau gagal. setiap mencoba, selalu saja gagal dengan segala hasil yang diraih. lalu, untuk mencobanya lagi, engkau mulai ragu, benarkah aku harus mencobanya sekali lagi? bagaimana kalau gagal terus menghampiri lagi? rasa takut mulai mendera, rasa cemas mulai menghampiri, dan rasa putus asa bersemi dalam hati....



        Sudahlah. bagaimana kalau kita mulai mencoba mindset baru? tak lagi fokus pada hasil yang diraih, atau tak lagi fokus pada gagalnya pencapaian yang kita inginkan.

        Kita ubah mindset menjadi bentuk kesyukuran. alhamdulillah, aku sudah melalui banyak proses dalam hidup ini. bersyukur bahwa aku masih diijinkan untuk mencoba banyak hal, yang sangat berharga, yang tidak akan kudapatkan ketika otomatis aku langsung berhasil.



       Gagal adalah cara kehidupan menunjukkan pada kita, sisi lain dari sebuah usaha. gagal bukan berarti berakhir segalanya. gagal adalah bukti bahwa kita masih mau mencoba. sehingga kita tahu apa hasil yang kita raih dari apa yang kita upayakan, benarkan ini jalan kita, atau, haruskah kita mencoba jalan lain? 

        Teruslah mencoba, teruslah bersyukur, dan biarkan semesta menunjukkan pada kita panorama keindahan yang tak pernah kita duga.

terima kasih. :)



Sabtu, 05 November 2022

MEMAKNAI ULANG ARTI KEGAGALAN


Hampir saja aku menyerah. Jengah dengan semua keputusan alam ini. Bagaimana tidak, hampir setiap mencoba usaha, atau melamar di beberapa instansi, aku gagal. Ya, gagal adalah teman setia yang menemaniku di sepanjang jalan perjuangan ini. Aku mulai mengangkat bendera putih  – tanda menyerah dalam pertandingan – di sisa hela nafasku. Aku ‘hampir’ putus asa dengan keadaan ini.



Lalu aku teringat dengan sebuah motivasi –meski beberapa orang menyebutnya sebagai pelampiasan – dari motivator. “tak ada kata gagal, yang ada hanyalah jalan menuju kesuksesan”. dan karena itu aku jadikan jalan untuk mengubah perspektifku.



Jadi, dalam satu perspektif, gagal itu tidak ada. Kata “gagal” sebenarnya dalam arti lain adalah proses perjuangan untuk mengetahui, dimana seharusnya kita berada. Dimana seharusnya langkah yang harus kita ambil, dan jalan mana yang harus kita tuju untuk sampai pada titik yang banyak orang menyebutnya sebagai kesuksesan. Sehingga, tak perlulah risau jika kita masih terus meniti langkah menuju tangga kesuksesan kita. Keep spirit, stay strong habieneka!!!




 

ASN DAN HARAPAN SEJUTA UMAT



Beberapa waktu ini, semua tenaga honorer di sekolah negeri –terutama yang mengabdi sudah amat lama- berharap cemas dapat ruang kuota yang akan mengisi kekosongan Asn di lingkungan instansi pemerintahan. Doa dan  tangis terus saja membuncah tatkala mulai bermunculan pengumuman, untuk P1, P2, dan P3 yang ternyata tidak semuanya terakomodasi. Hanya beberapa –sebagian kecil- yang mendapat kesempatan untuk menjadi ASN di tahun 2022 ini. Bahkan, peserta P1 yang notabene sudah lulus passing grade pun dibuat tak berdaya dengan adanya pembatasan kuota penerimaan dengan dalih keterbatasan anggaran.

Lalu, salah siapakah semua ini? Jika kita menyalahkan kepada pemerintah, atau lembaga yang diamanahi untuk mengurusi semua seluk beluk rumitnya dunia pendidikan, maka kesalahan itu seakan tidak ada habisnya. Jika kita salahkan sistem, yang sudah disusun sedemikian rupa hingga akhirnya tetap tidak bisa meloloskan semua, pasti kita juga akan tetap kecewa. Dan sekali lagi, jika kita salahkan para pencari kerja, yang disebut sebagai tenaga honorer itu, yang katanya ikhlas mengabdi sekian lama, untuk diangkat menjadi ASN, rasanya juga tidak pas, kenapa ikhlas lalu menuntut menjadi ASN?? Berarti memang bukan ikhlas secara alami, melainkan ada harapan di kemudian hari yang diusung oleh tenaga honorer untuk perbaikan nasibnya di masa mendatang.



Dari sekian banyaknya persoalan yang cukup pelik itu, tak apalah jika kita tarik pelajaran, bahwa menggantungkan harapan pada seseorang, pada lembaga, dan atau pada siapapun di dunia ini pasti sedikit banyak akan mendatangkan kecewa pada diri sendiri. Kita tak mungkin bisa membuat siapapun mengikuti keinginan dan harapan kita.

Langkah terbaik adalah, dengan tetap berusaha semaksimal mungkin, dengan tambahan doa, dan pasrahkan segala hasilnya pada keputusan alam. Kita sebatas mengikuti arusnya saja. Sekian.

Minggu, 23 Oktober 2022

Learning Metamorphosis (Mengembangkan Sayap Pembelajaran)

 



 

Rabu, 31 Juli  sebuah peradaban baru dimulai. Tepatnya, sebuah pelatihan yang mau tidak mau harus mengubah mindset pesertanya, termasuk saya sendiri. Sebuah seminar diadakan oleh dinas pendidikan dasar yang kesekian kalinya ketika ramadhan 1434 H. Tajuknya adalah learning metamorphosis, perubahan dalam proses pembelajaran layaknya sebuah ulat yang berproses menjadi kupu-kupu nan cantik. Inspirator metamorphosis pun dihadirkan, HD Irianto. Pemotivasi tingkat nasional yang berdomisili di Yogyakarta telah menarik minat peserta untuk antusias mendengarkan kisah-kisah supernya. Semua tergugah, tergelak ketika bercanda, dan terpesona layaknya anak mendapatkan mainan baru, pengetahuan baru. Selain sebuah sertifikat sebagai tanda keikutsertaan peserta, buku mungil dengan bahasa ringan tetapi pengetahuan yang mendalam adalah kunci kesungguhan metamorphosis ini. Hamper sama seperti tatkala berseminar ria, buku dengan judul “Learning Metamorphosis, Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya” ini menggiring kita tentang fase ulat, fase kepompong, dan fase kupu-kupu.

Mari kita mulai… .

Tahap awal, bermula dengan fase ulat: ironi profesi guru. Sebuah ironi, karena sampai saat ini proses pembelajaran masih difokuskan pada ranah kognitif, padahal menurut pakar bernama Benyamin S. Bloom, setiap anak memiliki 3 ranah berbeda, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam sejarah, dua ranah terakhir tersebut justru amat menentukan kesuksesan seseorang. Untuk itu, proses pembelajaran yang hanya menekankan aspek kognitif saja seharusnya mulai diubah. Anak tidak saja harus cerdas dalam intelektual saja, namun aspek emosional dan spiritual juga patut utnuk dikembangkan.

Fase kepompong: nilai akademis bukan segalanya. Dalam fase ini mari melakukan perenungan ulang tentang apa-apa yang kita lakukan sebagai guru. Ternyata kepintaran akademis saja tidaklah cukup. Menjadi sukses, tidak hanya ditentukan oleh ijazah yang dimiliki, melainkan diperlukan juga pengetahuan, keterampilan, dan kematangan. “Nilai ijazah dan transkrip nilai sesungguhnya hanya berguna saat masih sekolah dan saat pertama kali melamar kerja (itupun kalau pegawai, kalau pengusaha, nilai itu tak ada artinya”, kata HD. Sebagai guru, yang digugu dan ditiru seharusnya dapat senantiasa membentuk ABC-nya murid, yakni attitude, belief, dan commitment, melalui pembelajaran yang menjunjung tinggi harkat dan martabat murid yang memiliki keunikannya masing-masing.

Fase terakhir, dase kupu-kupu: menjadi guru yang lebih manusiawi. Seorang guru, harus meraih sepenuhnya hak mengajarnya karena murid telah memberikannya secara sukarela kepadanya. Pertama, bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka, maksudnya kita harus diterima oleh murid sebelum pelajara dimulai agar suasana lebih terasa nyaman dan proses pembelajaran dapat berjalan. Kemudian, saat memulai pembelajaran, kita perlu mengaitkan apa yang akan disampaikan dengan peristiwa atau perasaan yang pernah dialami murid (scene setting).

Begitulah, sepenggal teladan inspiratif dari pak HD Irianto, semoga bermanfaat…. :D

Senin, 05 September 2022

NGOPI DULU

 

NGOPI DULU

Aku tak suka kopi. Itu pointnya. Eh, tunggu dulu, sebenarnya aku suka kopi. Pahit yang nikmat. Tapi, lambungku tak begitu care padaku. Ia tak rela jika sedikit saja kopi tertuang dalam altarnya, ia akan bergejolak, menimbulkan rasa yang tak karuan, melilit tiap ujung rambutku dan aku hampir tak berdaya dibuatnya. Entah kenapa, tapi itulah alasan kenapa aku anti pada kopi.

Tapi, ini bukan tentang aku dan kopi. Ini tentang bagaimana kopi bisa memengaruhi jutaan manusia di setiap penjuru dunia. Kopi, bahkan yang telah mampir di Rahim binatang mungil yang sering disebut luwak, menjadi barang super mewah dan melegenda.

Kopi, dijadikan simbol waktu yang free, dalam setiap moment acara penting semisal seminar atau workshop, hingga kita sering mengenal istilah coffee break, daripada istirahat.

Kopi, juga tumbuh menjadi komoditas yang mampu menghidupi berbagai jutaan petani yang menggantungkan hidup pada kemakmuran dan kesuburan tiap panennya.

Kopi, juga menjadi alasan utama para pegiat bisnis, untuk menyajikan teknik penjualan dalam bentuk berbeda, dengan berbagai citarasa yang mengikat penggemar atau calon penggemarnya.

Kopi, layaknya teh oleh sebagaian masyarakat yang lain, menjadi hidangan utama dalam setiap upacara sakral lek-lekan yang meminta tiap insan terjaga hingga larut malam.



Atau, yang masih hangat di hadapan kita, kopi jualah yang menyebabkan Mirna pergi selamanya dan Jessika didakwa menjadi eksekutor tunggalnya.

Kopi, dengan segala kenikmatan yang ditawarkan, muncul sebagai pangsa pasar utama di setiap obrolan. Dengan segala konsep tentang kewibawaan kopi, Yuk, ngopi dulu…

Senin, 25 Juli 2022

MENGENAL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA)




 Latar Belakang SRA

Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan juga negara. Untuk itu, negara memiliki andil dan tanggung jawab dalam menyuseskan program belajar anak. Sukses tidaknya anak belajar di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor lingkungan sekolah. 

Berdasarkan pantauan di lapangan dan dari berbagai sumber media, terdapat kekerasan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didiknya. Tidak hanya itu, antarpeserta didik juga berpotensi berbuat kekerasan seperti bullying. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pernah mencatat pada tahun 2014-2015, 10% kekerasan yang dialami anak berasal dari guru. Jika hal itu dibiarkan secara terus menerus, bagaimana nasib pendidikan anak-anak Indonesia?

Dilatarbelakangi oleh hal-hal itulah, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk Sekolah Ramah Anak, yang dimaksudkan untuk menjamin hak-hak anak selama di sekolah, sehingga keamanan anak bisa selalu terjaga. Keamanan yang dimaksud tidak sebatas keamanan psikis dan fisik, melainkan juga kesehatan.



B.   Prinsip dan Konsep SRA

Prinsip SRA adalah sebagai berikut:

  1. Nondiskriminasi, artinya setiap anak bisa mendapatkan haknya tanpa adanya diskriminasi.
  2. Kepentingan terbaik bagi anak, artinya semua kebijakan atau keputusan yang dibuat nantinya benar-benar terbaik bagi pendidikan anak.
  3. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, artinya lingkungan sekolah memperhatikan martabat anak dan memberikan jaminan akan perkembangan setiap anak.
  4. Penghormatan terhadap pandangan anak, artinya menghormati setiap pandangan anak yang berpengaruh pada perkembangannya.
  5. Pengelolaan yang baik, artinya adanya jaminan akan keterbukaan, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum di sekolah


        Konsep SRA mengacu pada perlindungan dan pemenuhan hak anak selama di sekolah berdasarkan gerakan BARISAN, yaitu sebagai berikut.

  1. B = Bersih
  2. A = Aman
  3. R = Ramah
  4. I = Indah
  5. I = Inklusif
  6. S = Sehat
  7. A = Asri
  8. N = Nyaman

 Implementasi pengembangan Sekolah Ramah Anak

1. Persiapan

Persiapan yang harus dilakukan sebelumnya adalah sebagai berikut.

a.    Menyusun rekomendasi dan memetakan hak-hak anak berdasarkan hasil konsultasi pada pihak anak.

b.    Membentuk kebijakan melalui komitmen kepala sekolah, orang tua/wali, dan peserta didik.

c.    Membentuk tim pengembangan dengan peran sebagai berikut.

1)    Koordinator untuk pengembangan.

2)    Melakukan sosialisasi.

3)    Menyusun serta mengembangkan sekolah ramah anak.

4)    Melakukan evaluasi.

5)    Memetakan potensi, kapasitas, dan kerentanan.

2. Perencanaan

Pada langkah perencanaan, tim pengembangan berperan untuk menyukseskan terwujudnya sekolah ramah anak yang terintegrasi ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah berlangsung di suatu sekolah.

3. Pelaksanaan

Pada pelaksanaannya, semua sumber daya harus dioptimalkan, baik sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

4. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan

Pada langkah ini, tim pengembangan harus melakukan pemantauan setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Hasil yang diperoleh dari evaluasi tersebut diserahkan pada pihak gugus tugas KLA (Kota Layak Anak) untuk dilakukan tindak lanjut. Jika unit satuan pendidikan berhasil menerapkan, pihak gugus tugas akan memberikan penghargaan.

(diolah dari berbagai sumber)