Senin, 25 Juli 2022

MENGENAL SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA)




 Latar Belakang SRA

Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan juga negara. Untuk itu, negara memiliki andil dan tanggung jawab dalam menyuseskan program belajar anak. Sukses tidaknya anak belajar di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor lingkungan sekolah. 

Berdasarkan pantauan di lapangan dan dari berbagai sumber media, terdapat kekerasan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didiknya. Tidak hanya itu, antarpeserta didik juga berpotensi berbuat kekerasan seperti bullying. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pernah mencatat pada tahun 2014-2015, 10% kekerasan yang dialami anak berasal dari guru. Jika hal itu dibiarkan secara terus menerus, bagaimana nasib pendidikan anak-anak Indonesia?

Dilatarbelakangi oleh hal-hal itulah, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk Sekolah Ramah Anak, yang dimaksudkan untuk menjamin hak-hak anak selama di sekolah, sehingga keamanan anak bisa selalu terjaga. Keamanan yang dimaksud tidak sebatas keamanan psikis dan fisik, melainkan juga kesehatan.



B.   Prinsip dan Konsep SRA

Prinsip SRA adalah sebagai berikut:

  1. Nondiskriminasi, artinya setiap anak bisa mendapatkan haknya tanpa adanya diskriminasi.
  2. Kepentingan terbaik bagi anak, artinya semua kebijakan atau keputusan yang dibuat nantinya benar-benar terbaik bagi pendidikan anak.
  3. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, artinya lingkungan sekolah memperhatikan martabat anak dan memberikan jaminan akan perkembangan setiap anak.
  4. Penghormatan terhadap pandangan anak, artinya menghormati setiap pandangan anak yang berpengaruh pada perkembangannya.
  5. Pengelolaan yang baik, artinya adanya jaminan akan keterbukaan, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum di sekolah


        Konsep SRA mengacu pada perlindungan dan pemenuhan hak anak selama di sekolah berdasarkan gerakan BARISAN, yaitu sebagai berikut.

  1. B = Bersih
  2. A = Aman
  3. R = Ramah
  4. I = Indah
  5. I = Inklusif
  6. S = Sehat
  7. A = Asri
  8. N = Nyaman

 Implementasi pengembangan Sekolah Ramah Anak

1. Persiapan

Persiapan yang harus dilakukan sebelumnya adalah sebagai berikut.

a.    Menyusun rekomendasi dan memetakan hak-hak anak berdasarkan hasil konsultasi pada pihak anak.

b.    Membentuk kebijakan melalui komitmen kepala sekolah, orang tua/wali, dan peserta didik.

c.    Membentuk tim pengembangan dengan peran sebagai berikut.

1)    Koordinator untuk pengembangan.

2)    Melakukan sosialisasi.

3)    Menyusun serta mengembangkan sekolah ramah anak.

4)    Melakukan evaluasi.

5)    Memetakan potensi, kapasitas, dan kerentanan.

2. Perencanaan

Pada langkah perencanaan, tim pengembangan berperan untuk menyukseskan terwujudnya sekolah ramah anak yang terintegrasi ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah berlangsung di suatu sekolah.

3. Pelaksanaan

Pada pelaksanaannya, semua sumber daya harus dioptimalkan, baik sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

4. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan

Pada langkah ini, tim pengembangan harus melakukan pemantauan setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Hasil yang diperoleh dari evaluasi tersebut diserahkan pada pihak gugus tugas KLA (Kota Layak Anak) untuk dilakukan tindak lanjut. Jika unit satuan pendidikan berhasil menerapkan, pihak gugus tugas akan memberikan penghargaan.

(diolah dari berbagai sumber)

 

SERGEY BRIN, AHLI IT PENEMU GOOGLE

 

Taukah kamu, bahwa mesin pencari yang kita sering pakai saat ini, Google, adalah mesin pencari paling populer di seluruh dunia. Lalu, siapakah orang dibalik melejitnya pamor google itu? Yuk kita simak bersama. Ia adalah Sergey (Brin), orang dibalik suksesnya google menjadi search engine terbesar di dunia.





Sergey Brin, lahir di Rusia pada 21 Agustus 1973. Ia mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google bersama dengan sahabatnya, Larry Page. Saat ini, Sergey adalah presiden teknologi pada Google dan mempunyai kekayaan bersih dengan perkiraan pada $100 miliar, yang membuatnya masuk dalam 10 daftar orang terkaya di dunia, waww.

Pada tahun 1979, ketika Brin berumur 6 tahun, keluarganya pindah dari Rusia ke Amerika Serikat. Di sana, Brin kecil didaftarkan di sekolah dasar Paint Branch MontossoriAdelphi, Maryland. Untuk jenjang perkuliahan, Sergey diterima di Universitas Maryland, College Park. Di sana, ia mengambil jurusan ilmu komputer dan matematika, dan berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Science pada tahun 1993. Brin kemudian melanjutkan pendidikan ilmu komputernya di Stanford University melalui beasiswa dari National Science Foundation. Ia menerima gelar masternya pada bulan Agustus 1995.

Brin menunjukkan ketertarikannya pada Internet dan search engine (mesin pencari) tak lama setelah ia diterima di Stanford. Ia menulis banyak paper yang membahas tentang data-mining dan pattern extraction. Ia juga menulis software yang dapat mengubah TeX menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya.



Momen terpenting Brin di Stanford adalah ketika ia bertemu dengan Larry Page. Menurut rumor di Google, Page dan Brin "tidak saling menyukai ketika mereka pertama kali bertemu di pascasarjana ilmu komputer Stanford University pada 1995. Namun, mereka akhirnya menemukan bahwa mereka memiliki ketertarikan yang sama: mencari dan menemukan informasi yang relevan dari sekumpulan data yang besar. Bersama-sama, pasangan ini kemudian menulis sebuah karya berjudul "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine" yang dianggap sebagai bibit bagi karier mereka. Itulah cikal bakal google yang akhirnya menjelma menjadi satu-satunya mesin pencari paling populer di seluruh dunia, sepakat? (diolah dari berbagai sumber)

GEMPA BALI

 


Kabar Update. Bali, pulau indah di sebelah timur Banyuwangi, diguncang gempa bumi pada hari Senin, 25 Juli 2022. Gempa tersebut berpusat di Kuta Bali pada pukul 16.09 WIB. Kekuatan gempa (berdasarkan rilis dari BMKG) adalah seberar 3,7 SR, dan terpusat di 7 km sebelah timur laut Kuta pada kedalaman 11 km. BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dikarenakan adanya potensi gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Minggu, 24 Juli 2022

ANAK DAN KEUNIKANNYA

 Oleh: Rohmat Dwi Yunianta


         "Tak jarang kita jumpai seorag anak rajin belajar dalam kesendirian. Saat sepi dan tidak ada orang lain yang mengganggu, di saat itulah sang anak dengan tekun belajar apa yang ingin ia pelajari. Misalnya ia menjadi tekun membaca buku pelajaran yang saat suasana gaduh ia tak mampu melakaukannya. Ada yang lain lagi. Seorang anak mempunyai tekad yang kuat untuk belajar malah ketika suasana di sekitarnya cukup ramai. Banyak kebisingan yang terjadi mengelilinginya. Atau kalau tidak, ia buat sendiri keriuhan itu, misalnya belajar sambil mendengarkan lagu."

Berdasarkan hal yang cukup berbeda di atas, bukan berarti bahwa salah satunya lebih unggul daripada yang lain. Bukan berarti bahwa saat siswa belajar dalam keheningan itu jauh lebih baik daripada belajar dengan sedikit suara gaduh di sekitarnya (mis: mendengarkan musik). Anak yang belajar pada saat sepi sering disebut tipe visual, dan anak yang dalam keramaian untuk dapat belajar dengan baik adalah tipe audio. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang dapat mengiringi kesuksesan si anak.

Kita sebagai pendidik seharusnya tak usah khawatir dengan karakter anak yang mempunyai tipe-tipe tersebut. Yang perlu kita lakukan bukanlah menyamakan persepsi atau pandangan tentang pola asuh dan teknik belajar, namun cukup memahami pola perilaku anak. Dan mengarahkan yang baik-baik agar dengan pola belajar apapun, anak dapat mencapai hasil maksimal dan sesuai yang diharapkan.



Selain itu, tidak semua anak ahli dalam bidang akademik saja. Tidak semuanya mampu untuk menjadi bintang kelas. Bintang kelas itu sudah cukup baik, namun bintang luar kelas juga tak kalah baiknya. Bintang lapangan dan bintang panggung misalnya. Anak tak boleh dipaksa untuk selalu menjadi juara di kelasnya jika memang bukan itu yang menjadi minat dan bakatnya.

Tujuan kita sebagai pendidik bukanlah memaksa anak menjadi apa yang kita inginkan, namun sebaliknya, menjadikan anak mencaapai puncak tertinggi yang dapat ia raih. Misalnya saja, anak yang terlihat mempunyai bakat tarik suara, kita bawa untuk kursus menyanyi. Dengan bimbingan oleh pakarnya akan mampu mengetahui mana yang baik dan dapat diserap anak sehingga potensi yang selama ini terpendam layaknya harta karun dapat muncul dan dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidupnya atau bahkan punya andil kebaikan bagi sekitarnya.

Satu hal yang pasti, bahwa pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat. Dari lahir sampai ke liang lahat. Oleh sebab itu, didik anak untuk selalu menyukai ilmu pengetahuan dan tanamkan pola asuh pendidikan dalam kehidupan. Salah satunya, usahakan anak gemar membaca dan mau menyerap informasi apapun dengan tentu saja diarahkan mana yang perlu diterima atau yang difilter.  Dengan rajin membaca, akan mempengaruhi pola pikir kita dan mengubah dari yang terkungkung menjadi terbuka karena semakin banyaknya pengetahuan yang diterima anak.



Anak adalah buah hati bagi orangtuanya dan pendidik. Bekali anak dengan kemampuan yang dapat mengembangkan potensinya jauh lebih baik daripada memaksa anak menjadi juara hanya dalam kelas saja. Anak mempunyai dunianya sendiri, bukan orangtua dalam bentuk mini. Jadi, anak perlu memilih apa yang ingin ia lakukan dan ia pelajari, tanpa ada kekangan yang berlebihan. Tetapi tentu saja, arahan dari orang tua dan pendidik sangat penting untuk kebaikan anak sendiri agar ia tak tersesat dalam pencarian menuju kedewasaannya.

Semoga bermanfaat, Jogja 2022

Kamis, 26 Mei 2022

Memaknai "The Seven Cosmic Laws" untuk Hidup Lebih Bahagia


         

        Pernahkah kamu mengalami kegelisahan, ketidakpastian, galau, atau apa yang kamu citakan dan kamu usahakan tidak sesuai dengan hasil yang kamu dapat? kamu bingung, stress, marah dan kecewa??

        "Bagaimana mungkin, aku yang bekerja lebih keras, lebih cerdas, lebih tuntas malah mendapat hasil yang tidak lebih baik dari mereka yang bekerja lebih di bawah standarku?" ketidakterimaan itu memunculkan kekecewaan yang besar, hingga akhirnya frustasi dan jatuh.

        Dalam kehidupan ini, tidak ada yang pasti dan abadi, yang abadi adalah perubahan dan ketidakpastian itu sendiri. Lalu untuk menyikapinya ketidakpastian ini, Dr. Fahrudin Faiz dalam salah satu kajiannya menyinggung the seven cosmic laws bersumber dari William Walker, apa saja ketujuh hukum alam tersebut? Berikut ulasannya:



1.       The law of vibration

Segala sesuatu bergetar, tidak ada yang diam. Getaran dalam frekuensi yang sama akan saling menarik. Kegembiraan akan menarik kegembiraan yang lainnya. Fokuslah secara konsisten terhadap pikiran gembira tertentu akan menarik getaran yang sama

2.       The law of relativity

Tidak ada sesuatu yang bisa dipahami sampai engkau hubungkan dengan sesuatu yang lain. Sifat, nilai, kualitas dari sesuatu hanya bisa diukur dengan menghubungkannya dengan yang lain. contoh, kita akan mengatakan seseorang cantik, jika kita bisa menghubungkannya dengan yang lebih jelek. cerdas, jika ada yang bodoh, dst. Hubungkan situasimu dengan sesuatu yang lebih buruk dan engkau akan merasa bersyukur atas kondisimu.

3.       The law of cause and effect

Setiap aksi akan memicu reaksi yang setara, sebab akan memicu akibat, tindakan kebaikan akan melahirkan kebaikan, dan tindakan kejahatan/keburukan akan menuai keburukan pula. Wujudkan sebabnya maka kau akan menuai akibatnya.

4.       The law of polarity

Segala sesuatu memiliki pasangannya. Panas-dingin, terang-gelap, atas-bawah, baik-buruk. Pasangan saling mengadakan. Jadi, jangan mengingkati apa yang tidak engkau inginkan/setujui. Kita melihat sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja. Pasti ada sisi baik buruk atas sesuatu hal. Kita perlu belajar menerima sesuatu yang kebalikan dari apa yang kita inginkan.



5.       The law of rhythm

Sesuatu memiliki siklus alaminya sendiri. Pasang surut, siang-malam, seperti kita mengalami goodtime and badtime, tidak pernah terus menerus. Perubahan sifatnya kontinue. Mamahami bahwa “ini akan berlalu” adalah kebijakan yang paling baik. “Sedang di bawah jangan putus asa, yang di atas jangan jumawa”

6.       The law of gestation

Segala sesuatu perlu waktu untuk terjadi, perlu upaya, perlu proses, tidak ujug-ujug. Untuk sukses perlu waktu, perlu kesabaran, perlu proses. Nikmati prosesmu sendiri, jangan jadikan keberhasilan pihak lain menjadi standar kesuksesanmu pula.

7.       The law of transmutation

Segala sesuatu berubah seriring dengan energi yang keluar dan masuk. Pikiranmu adalah energi kreatif. Semakin engkau fokus pada yang kau inginkan, semakin kuat kreatifitas dalam pikiranmu akan mengubah energi tesebut pada kehidupan nyata. fokuskan pada apa yang kau inginkan.

        Dari hukum alam tersebut, mana yang relate dengan kehidupanmu? syukuri apa yang kamu miliki sekarang, maka kau akan bahagia. semoga bermanfaat.

RD Yunianta Eduka

Senin, 16 Mei 2022

ANAK DAN KEUNIKANNYA

 : RD Yunianta

         Tak jarang kita jumpai seorag anak rajin belajar dalam kesendirian. Saat sepi dan tidak ada orang lain yang mengganggu, di saat itulah sang anak dengan tekun belajar apa yang ingin ia pelajari. Misalnya ia menjadi tekun membaca buku pelajaran yang saat suasana gaduh ia tak mampu melakaukannya. Ada yang lain lagi. Seorang anak mempunyai tekad yang kuat untuk belajr malah ketika suasana di sekitarnya cukup ramai. Banayk kebisingan yang terjadi mengelilinginya. Atau kalau tidak, ia buat sendiri keriuhan itu, misalnya belajar sambil mendengarkan lagu.



Dua hal yang cukup berbeda di atas, bukan berarti bahwa salah satunya lebih unggul daripada yang lain. Bukan berarti bahwa saat siswa belajar dalam keheningan itu jauh lebih baik daripada belajar dengan sedikit suara gaduh di sekitarnya (mis: mendengarkan music). Anak yang belajar pada saat sepi sering disebut tipe visual, dan anak yang dalam keramaian untuk dapat belajar dengan baik adalah tipe audio. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang dapat mengiringi kesuksesan si anak.

Kita sebagai pendidik seharusnya tak usah khawatir dengan karakter anak yang mempunyai tipe-tipe tersebut. Yang perlu kita lakukan bukanlah menyamakan persepsi atau pandangan tentang pola asuh dan teknik belajar, namun cukup memahami pola perilaku anak. Dan mengarahkan yang baik-baik agar dengan pola belajar apapun, anak dapat mencapai hasil maksimal dan sesuai yang diharapkan.



Selain itu, tidak semua anak ahli dalam bidang akademik saja. Tidak semuanya mampu untuk menjadi bintang kelas. Bintang kelas itu sudah cukup baik, namun bintag luar kelas juga tak kalah baikanya. Bintang lapangan dan bintang panggung misalnya. Anak tak boleh dipaksa untuk selalu menjadi juara di kelasnya jika memang bukan itu yang menjadi minat dan bakatnya.

Tujuan kita sebagai pendidik bukanlah memaksa anak menjadi apa yang kita inginkan, namun sebaliknya menjadikan anak mencaapai puncak tertinggi yang dapat ia raih. Misalnya saja, anak yang terlihat mempunyai bakat tarik suara, kita bawa untuk kursus menyanyi. Dengan bimbingan oleh pakarnya akan mampu mengetahui mana yang baik dan dapat diserap anak sehingga potensi yang selama ini terpendam layaknya harta karun dapat muncul dan dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidupnya atau bahkan punya andil kebaikan bagi sekitarnya.

Satu hal yang pasti, bahwa pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat. Dari lahir sampai ke liang lahat. Oelh sebab itu, didik anak untuk selalu menyukai ilmu pengetahuan dan tanamkan pola asuh pendidikan dalam kehidupan. Salah satunya, usahakan anak gemar membaca dan mau menyerap informasi apapun dengan tentu saja diarahkan mana yang perlu diterima atau yang difilter.  Dengan rajin membaca, akan mempengaruhi pola pikir kita dan mengubah dari yang terkungkung menjadi terbuka karena semakin banyaknya pengetahuan yang diterima anak.

Anak adalah buah hati bagi orangtuanya dan pendidik. Bekali anak dengan kemampuan yang dapat mengembangkan potensinya jauh lebih baik daripada memaksa anak menjadi juara hanya dalam kelas saja. Anak mempunyai dunianya sendiri, bukan orangtua dalam bentk mini. Jadi, anak perlu memilih apa yang ingin ia lakukan dan ia pelajari, tanpa ada kekangan yang berlebihan. Tetapi tentu saja, arahan dari orang tua dan pendidik sangat penting untuk kebaikan anak sendiri agar ia tak tersesat dalam pencarian menuju kedewasaannya.

Semoga bermanfaat!

Minggu, 08 Mei 2022

Intisari Rahasia Belajar

        Dikutip dari buku The Learning Revolution (Gordon Dryden) bahwa belajar akan menumbuhkan sikap percaya diri. selain itu, percaya diri juga diperlukan dalam setiap aktivitas pembelajaran, agar terjalin chemistry yang kuat dengan semua sumber belajar. (Percaya diri: intisari rahasia belajar. 

        Program pembelajaran dirancang untuk menjadikan pribadi sukses, bukan gagal bagi semua orang/ semua pembelajar. untuk menjadi pribadi yang sukses,  Ambillah pelajaran dari orang-orang besar yang berhasil. bagaimana cara orang sukses bersikap, menghadapi kegagalan, berjuang dalam hidupnya, dan bagaimana ia menyikapi kesuksesannya. 

 Konsentrasikan proses pembelajaran pada enam hal yang sangat penting berikut:

a.       Keselamatan fisik: kebebasan dari bahaya fisik

b.      Keamanan emosi: ketiadaan intimidasi dan rasa takut

c.       Identitas: pertanyaan siapa aku?

d.      Afiliasi: rasa memiliki

e.      Kompetensi: yakin mampu melakukan

f.        Misi: perasaan bahwa hidup seseorang punya arti dan arah 

semoga bermanfaat!!!

Minggu, 17 April 2022

Sepasang mata..

 

 


Sepasang mata..

Pernahkah Anda berfikir bahwa mata dua anda adalah symbol sejoli yang setia?

Meski berbeda posisi, kanan dan kiri, meski tak pernah bisa melihat satu sama lain, meski tak mungkin saling bertegur sapa, meski selalu menatap jalan masing-masing, namun keduanya selalu seirama.

Ketika yang satu menangis, menangis pula yang lain. Ketika yang satu sakit, sakit pula yang sebelahnya.

Ketika satu menatap objek yang focus, maka mata satunya menatap objek yang sama dengan sama fokusnya.

Itulah perumpamaan pada pasangan sejati, pada sebuah komitmen bersama, pada pasangan suami istri, Atau pada apapun yang saling mengikat maupun terikat satu sama lain.

Ketika sudah memutuskan untuk bersama, salah satu harus menjadi bagian yang lain. Yang satu sedih, yang lain ikut sedih. Yang satu menangis, yang lain ikut meneteskan air mata.

Itulah hidup dan kehidupan, saling memberi, saling menerima. Saling mengasihi, saling manatap, meski tidak satu tujuan, meski berbeda keyakinan, meski berbeda komitmen.

Begitulah. Terus menuju, terus melangkah, terus bersama dalam berbagai perbedaan yang ada.

Sepasang mata mengajarkan kepada kita akan ada arti pentingnya kebersamaan dalam perbedaan. Kanan dan kiri, menatap dan meratap, gelap dan terang, semua keluh kesah akan sirna jika diikuti dengan penerimaan pada setiap kesempatan.

Introspeksi diri, Ramadhan 2022

Rabu, 13 April 2022

Membudayakan Pendidikan Prestatif pada Anak



 : Rohmat Dwi Yunianta, M.Pd.

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengantarkan anak menuju gerbang kesuksesan di masa depan. Pendidikan memang bukan satu-satunya, namun menjadi bagian yang teramat penting sebagai cara yang dapat ditempuh oleh setiap pendidik maupun insan pendidikan untuk membentuk kepribadian generasi berikutnya. Pendidikan, baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah wujud konkret dalam mengimplementasikan konsep luhur keberhasilan yang berkepribadian.

Anak, sebagai subjek maupun objek dalam pendidikan perlu untuk dididik menjadi insan tangguh, pantang menyerah, dan berkepribadian dalam menempuh setiap ilmu yang diberikan kepadanya. Anak dididik untuk tekun dalam belajar, sabar dalam menghadapi kegagalan, dan berintegritas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak juga perlu dididik untuk tidak cepat puas dengan hasil yang didapat, tidak menyombongkan apa yang dimiliki dan mudah putus asa dengan kegagalan yang dialami.

Dalam proses pembelajaran di kelas, anak perlu dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan juga memiliki motivasi berprestasi. Mandiri di sini berarti anak dapat memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk mengembangkannya dalam proses pembelajaran. Anak tidak memiliki ketergantungan berlebih kepada temannya, gurunya, atau bahkan lingkungan sekitarnya. Motivasi berprestasi juga perlu dimiliki oleh anak agar dalam belajar anak terus memacu diri untuk menjadi lebih baik.


            Motivasi berprestasi bukan hanya menjadi juara di dalam kelas (dalam hal akademik saja). Lebih dari itu, motivasi berprestasi dapat muncul ketika anak memahami dirinya sendiri, memahami potensi yang dimiliki dan kekurangan yang dimiliki. Selanjutnya anak akan memfokuskan pada potensi apa yang dapat dikembangkan dalam dirinya. Potensi yang terus diasah tersebut tentu akan menjadikannya lebih unggul dalam bidang tersebut meskipun ada kekurangan dalam bidang lainnya. Hal ini berarti bahwa siswa yang berprestasi, bisa saja dari sisi akademik maupun non-akademik (misalnya: berprestasi dalam bidang olahraga atau seni).

Syah (2005: 156) menyebutkan banyak faktor yang memengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor tersebut dibagi menjadi tiga, yakni faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Faktor internal meliputi faktor fisiologis dan psikologis,  faktor eksternal meliputi lingkungan sosial dan lingkungan nonsosial. Faktor pendekatan belajar meliputi pendekatan tinggi, pendekatan menengah dan pendekatan rendah. Perbedaan prestasi belajar ini perlu dilihat penyebabnya. Selama ini, yang menjadikan dasar penilaian guru terhadap prestasi belajar siswa di kelas adalah IQ siswa. Jika siswa memiliki IQ (dilihat dari input masuk) sudah tinggi, maka nilai belajar siswa juga tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika IQ rendah maka nilai-nilai belajar siswa pun akan rendah.

Banyaknya faktor yang menjadikan anak berprestasi dalam belajar baik dari sisi akademik maupun non-akademik tersebut akan kondusif jika didukung oleh kemauan dari dalam diri maupun dari luar diri siswa. Jika ada sinergi pada kedua aspek tersebut maka akan menghasilkan pribadi anak yang berprestasi juga berkepribadian karena ada dorongan dan dukungan dari diri dan pihak lain.

Pendidikan yang berkepribadian, atau sering disebut sebagai pendidikan karakter, merupakan proses pendidikan yang mengimplementasikan pola kepribadian adiluhur dalam proses pembelajaran. Guru atau pendidik memiliki kewajiban untuk memasukkan nilai-nilai karakter dalam proses mengajarnya. Guru yang dalam istilah Jawa dikenal dengan digugu lan ditiru (dipatuhi dan ditirukan), menjadi sosok sentral dalam mengejawantahkan makna karakter bagi anak didiknya. Guru yang menjadi tauladan harus memiliki sikap yang positif dan optimistis agar memotivasi anak didiknya untuk memiliki mental unggul dan berprestasi.

Mulyasa (2013: 13) menyebutkan delapan hal yang perlu diperhatikan dalam menyukseskan pendidikan karakter di sekolah. Kedelapan hal tersebut adalah pahami hakikat pendidikan karakter, sosialisasikan dengan tepat, ciptakan lingkungan kondusif, kembangkan sarana dan sumber belajar yang memadai, disiplinkan peserta didik, pilih kepala sekolah yang amanah, wujudkan guru yang dapat digugu dan ditiru, serta libatkan seluruh warga sekolah dalam menyukseskan pendidikan karakter.

Dari delapan hal tersebut, sarana dan sumber yang memadai, lingkungan yang kondusif, dan pendisiplinan peserta didik (memotivasi peserta didik untuk disiplin) menjadi faktor yang penting terkait prestasi belajar. Ketiga hal tersebut dijadikan bagian dari tolak ukur pencapaian prestasi belajar peserta didik. Semoga bermanfaat.

 

Selasa, 05 April 2022

“Think Different” ala Steve Jobs

 Disarikan oleh RD Yunianta



Pernahkah Anda berfikir bahwa kesuksesan dibentuk dari jalur berbeda dari keumuman? Hal yang lazim di masyarakat akan menghasilkan keteraturan. Dan seseorang yang berfikir berbeda, mungkin kelak akan menjadi pembeda yang sukses dijalurnya sendiri. Dalam buku yang berjudul “Rahasia Inovasi Steve Jobs” membahasnya dengan sangat menyentuh. Buku ini menarik untuk disimak lebih lanjut.

Berkisar tentang kesuksesan Jobs yang berpikir berbeda dalam memaknai tiap hal yang ia temukan atau yang mendatangi dirinya, maka ia temukan kejutan yang berbeda bagi dunia. Oh iya, sebelumnya mungkin masih ada yang bingung dengan sosok Steve Jobs. Ia adalah orang yang paling berpengaruh pada kesuksesan Apple, perusahaan yang berinovasi pada computer, pemutar MP3 dan smartphone. Hal yang menarik dari Jobs adalah bahwa ia merupakan salah satu CEO paling tertutup di muka bumi. Dia jarang sekali terlihat di tengah public, hingga kebanyakan karyawan Apple belum pernah bertemu dengannya.



Lebih lanjut, jika Ingin mengenal lebih jauh tentang pikiran berbeda Steve Jobs? Beginilah gambarannya:

Prinsip 1: lakukan apa yang anda cintai. Pikirkan karier anda secara berbeda

Prinsip 2: tinggalkan jejak di alam semesta. Pikirkan visi anda secara berbeda

Prinsip 3: nyalakan otak anda. Pikirkan cara berpikir anda secara berbeda

Prinsip 4: jual mimpi, bukan produk. Pikirkan konsumen anda secara berbeda

Prinsip 5: katakan tidak terhadap 1000 benda. Pikirkan desain Anda secara berbeda

Prinsip 6: ciptakan pengalaman yang sangat hebat. Pikirkan brand experience Anda secara berbeda

Prinsip 7: kuasai peran anda. Pikirkan cerita anda secara berbeda.

 

Sebagai tambahan di akhir bahasan, ada artikel menarik yang cukup menggelitik “ Jangan biarkan orang bodoh mematahkan semangat Anda” hemm… cukup menggelitik ya. :D Tetapi mungkin itulah kata yang sedikit “vulgar” untuk mengungkapkan bahwa jangan biarkan orang lain menguasai hidup Anda. Anda adalah pahlawan bagi diri anda sendiri. Maka tak perlu ragu dengan semangat dan kekuatan diri sendiri.

sebagai pemantik semangat baru, berikut beberapa kutipan lain dari tokoh-tokoh hebat yang menarik dikutip juga:

“Rasa percaya diri merupakan cara paling pasti untuk memperoleh apa yang Anda inginkan. Jika di dalam hati Anda mengetahui bahawa anda menjadi seseorang, Anda akan menjadi orang tersebut. Jangan biarkan pikiran Anda berpikir sebaliknya. Hal itu fatal.” – Jendral George S. Patton

“Jangan biarkan opini orang lain menenggelamkan suara hati Anda sendiri”. – Steve Jobs.

“Percaya pada diri anda sendiri. Mungkin orang lain tidak memahaminya karena mereka tidak dapat membayangkannya, atau mereka mendapat informasi bermanfaat yang baik, sedangkan ide anda tidak masuk di dalamnya. Mereka hanya mengetahui apa yang dipaparkan kepada mereka, dan itu merupakan jenis prasangka yang bertentangan dengan semangat inovasi.” –Woz

“Pengusaha hebat berfokus hanya pada hari ini, namun pengusaha inovatif memiliki peta jalan di mana mereka akan berada pada hari esok” –Bajarin

Bagaimana, mulai tertarik meniru pola tersebut?? :D